Kolaps Saat Manggung, Kisah Tria Changcuters Sadari Pentingnya Asuransi Penyakit Kritis

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada 10 Agustus 2024 lalu, dunia hiburan sempat dikagetkan oleh kejadian vokalis The Changcuters, Mohammad Tria Ramadhani alias Tria, yang tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri saat tampil dalam acara Sounds Project di Jakarta. Kejadian itu rupanya tidak hanya menjadi titik balik bagi Tria untuk lebih memperhatikan kesehatan, tetapi juga menyadarkannya tentang urgensi memiliki asuransi penyakit kritis.

Tria membagikan cerita saat melewati masa-masa sulit tersebut. Pria berusia 43 tahun asal Bandung itu mengungkapkan peristiwa kolaps yang ia alami boleh jadi merupakan akumulasi dari aktivitas manggung The Changcuters yang intens selama lebih dari dua dekade terakhir.

Band The Changcuters terbilang bukan band biasa. Dengan genre Indonesian Rock, band yang dibentuk pada 19 September 2004 itu menonjolkan gaya khas, terutama aksi panggung yang ‘jingkrak-jingkrak’ penuh energi.

“Mungkin itu akumulasi dari 20 tahun The Changcuters manggung, dari hari pertama sampai 20 tahun kemudian manggungnya masih sama seperti itu. Dalam pengertian, dulu umur masih muda. Ya mungkin setiap manusia ada batasnya, ada titik maksimalnya. Jadi mungkin kejadian itu satu buah. Alhamdulillah-nya ternyata buat saya itu menjadi sebuah peringatan,” kata Tria saat hadir sebagai narasumber dalam konferensi pers peluncuran AlliSya CI Hasanah di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).

Tria mengatakan insiden dirinya kolaps terjadi saat manggung pada malam Ahad, hari ketika tubuh cenderung membutuhkan waktu untuk beristirahat. Ia mengonfirmasi sempat mengalami kondisi kritis setelah kolaps dan dilarikan ke rumah sakit.

Syukurnya, menurut cerita yang ia peroleh, orang-orang di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) berusaha keras mencarikan pertolongan pertama hingga akhirnya dirinya bisa terselamatkan. Tria menyebut ia sempat mengalami amnesia atau hilang ingatan selama dua pekan.

“Saya mengalami amnesia satu minggu sebelum kejadian sampai satu minggu setelah kejadian. Dan pada saat kritis itu, kritisnya bisa dibilang koma, detak jantung tidak berfungsi sekitar beberapa menit,” ujar Tria, mengingat kejadian yang ia alami berdasarkan cerita dari rekan-rekannya.

Tria menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama sekitar sepekan, kemudian dilanjutkan dengan rawat jalan serta check-up beberapa kali. Ia menjalani proses pengobatan dan pemulihan sekitar dua bulan, dan selama itu pula Tria absen dari panggung.

Kondisi Keuangan Terdampak Pandemi

Tria bercerita, salah satu tantangan utama sebelum kejadian tersebut adalah masalah finansial. Hal itu terutama karena ia baru saja melewati masa sulit saat pandemi Covid-19 pada 2020–2022 yang membuat aktivitas panggung sangat minim. Kondisi keuangannya saat itu cukup terjepit. Ia mengaku harus memanajemen ulang kondisi finansial setelah pandemi Covid-19, termasuk merelakan beberapa instrumen keuangan, di antaranya asuransi, untuk dialihkan ke kebutuhan yang lebih mendesak.

“Saat itu dua tahun setelah pandemi, dan sebetulnya bencana terbesarnya adalah waktu pandemi. Kami semua me-reset ulang. Fun fact-nya, sebetulnya saya melepas asuransi dari Allianz, dan itu asuransi penyakit kritis,” ungkapnya.

Saat melepas instrumen asuransi tersebut, Tria tidak terpikir akan mengalami penyakit kritis, setidaknya dalam waktu dekat. Namun takdir berkata lain. Akibatnya, pada saat kejadian tersebut ia tidak lagi memiliki asuransi dan terpaksa menggunakan tabungan dana darurat untuk membiayai perawatan.

“Sudah tidak ada (asuransi). Jadi, kalau ngomongin konteksnya ke finansial, ya waktu itu seada-adanya saja dulu,” kata dia.

Menurutnya, pertahanan finansial saat itu memang cukup lemah. Dari kejadian tersebut, Tria banyak belajar, terutama mengenai pentingnya menyiapkan perlindungan finansial untuk hal-hal yang tidak terduga.

“Dana darurat itu penting dan memang perlu. Bahkan mungkin sebagian yang menyelamatkan saya waktu itu adalah dana darurat. Tetapi ternyata tidak bisa hanya dana darurat saja. Yang paling saya sadari, kita juga harus punya asuransi untuk berjaga-jaga,” ungkapnya.

Read Entire Article
Food |