REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan mengimbau operator angkutan umum dan masyarakat mengutamakan keselamatan selama periode libur panjang Idul Adha. Peningkatan mobilitas diperkirakan terjadi di berbagai ruas jalan dan simpul transportasi pada masa tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengatakan puncak arus pergi diperkirakan terjadi pada 26 Mei dan puncak arus balik pada 1 Juni 2026. “Puncak arus pergi diperkirakan jatuh pada 26 Mei dan puncak arus balik pada 1 Juni,” kata Aan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Kementerian Perhubungan melakukan sejumlah langkah untuk menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas, mulai dari koordinasi lintas instansi, penempatan personel di titik rawan, hingga peningkatan pengawasan angkutan umum melalui rampcheck di terminal dan pool bus.
“Untuk rampcheck sendiri, kami rutin lakukan di 115 terminal tipe A, pada periode 1 Januari hingga 15 Mei 2026 kami telah melakukan lebih dari 1,4 juta pemeriksaan bus AKAP yang berangkat dari TTA,” ujar Aan.
Ia meminta masyarakat memilih angkutan umum yang memenuhi aspek keselamatan serta memanfaatkan aplikasi Mitra Darat untuk mengecek kelayakan kendaraan, termasuk tanda lulus rampcheck pada kaca depan bus.
Aan juga mengingatkan pengguna kendaraan pribadi agar memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi sebelum melakukan perjalanan.
“Penting bagi masyarakat untuk betul-betul mempersiapkan perjalanan jika bepergian menggunakan kendaraan pribadi, dengan melakukan perawatan berkala di bengkel tepercaya guna memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan,” kata Aan.
Ia menyarankan pengendara beristirahat secara berkala setiap dua hingga empat jam untuk mengurangi risiko kelelahan dan kecelakaan. “Tidak memaksakan untuk mengemudi lebih dari empat jam tanpa istirahat,” ujarnya.
Selain itu, Aan menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menghadapi lonjakan mobilitas, termasuk kesiapan Korlantas Polri, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, BUJT, serta PT ASDP Indonesia Ferry yang menyiapkan 75 kapal untuk mendukung kelancaran penyeberangan lintas Merak–Bakauheni serta mitigasi saat cuaca buruk.
Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan 75 kapal untuk mendukung kelancaran penyeberangan lintas Merak–Bakauheni serta mitigasi saat cuaca buruk. Selain itu, langkah antisipasi juga dilakukan untuk menghadapi potensi antrean di Pelabuhan Ketapang dengan penyusunan SOP dan penanganan cepat kondisi darurat di lapangan.
Aan menegaskan keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga operator dan pengguna jalan. “Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan perjalanan yang aman, nyaman, lancar, serta selamat sampai tujuan,” kata Aan.

10 hours ago
10














































