Kapal Induk AS Bergerak ke Timur Tengah, Ancaman Serangan ke Iran Belum Usai

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Meski Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bakal menunda serangan ke Iran, pergerakan militer AS di lapangan menunjukkan sebaliknya. Kapal-kapal induk AS dan pesawat tempur terus dikerahkan menuju Timur Tengah.

Aljazirah melaporkan, kapal induk AS USS Abraham Lincoln melanjutkan perjalanannya ke Timur Tengah dan diperkirakan akan tiba dalam beberapa hari ke depan. 

Departemen Pertahanan AS sebelumnya telah memulai pemindahan kelompok penyerang kapal induk itu dari Laut Cina Selatan. Mereka dialihkan ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mencakup Timur Tengah dan wilayah sekitarnya.

Kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln (CVN-72) menjadi unit utama yang terlibat dalam gerakan ini. Pergerakan kelompok penyerang yang mencakup kapal induk, pengawal permukaan, dan setidaknya satu kapal selam penyerang itu akan memakan waktu sekitar satu minggu. Kapal induk USS George HW Bush juga dilaporkan bahwa  sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut. 

Pergerakan ini terjadi di tengah upaya Israel untuk mengeksplorasi skenario respons terhadap potensi serangan Iran. Sumber melaporkan peningkatan kehadiran jet tempur Amerika dan aset pendukung tempur, dan kemungkinan skuadron tempur mencapai pangkalan Amerika di wilayah tersebut.

Sementara itu, Axios mengutip para pejabat AS dan Israel yang mengatakan bahwa ada empat alasan yang mendorong Presiden AS Donald Trump untuk mundur dari melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Rabu lalu. Salah satunya adalah kurangnya jumlah pasukan dan alat tempur Amerika di kawasan Timur Tengah untuk menyerang Iran dan untuk menangani tanggapan Iran terhadap serangan Amerika.

Sejak serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada bulan Juni lalu, Washington telah menarik banyak kemampuan militernya dari kawasan tersebut dan mengalihkannya ke Karibia dan Asia Timur.

Alasan kedua yang mendorong Trump untuk mundur dari serangan terhadap Iran adalah peringatan yang dikeluarkan oleh negara-negara sekutu Amerika, yang memperingatkan potensi konsekuensi terhadap stabilitas kawasan.

Iran telah menjanjikan serangan terhadap Israel dan seluruh pangkalan militer AS di Temur Tengah jika diserang. Hal itu disebut membuat khawatir PM Israel Benjamin Netanyahu dan negara-negara Arab yang meminta serangan AS ke Iran dibatalkan.

Menurut Axios, Netanyahu menelepon Trump pada 14 Januari dan mengatakan kepadanya bahwa Israel tidak siap untuk membela diri terhadap serangan Iran sebagai tanggapan terhadap serangan AS yang menjelang.

Proyektil dari Iran menghantam Tel Aviv, Israel, Sabtu dini hari, 14 Juni 2025.

Peringatan Israel, khususnya, adalah faktor ketiga di balik kegagalan Trump memberikan lampu hijau untuk serangan militer terhadap Iran, menurut situs web tersebut.

Alasan keempat, menurut Axios, adalah adanya komunikasi jalur belakang  antara Washington dan Teheran. Para pejabat Amerika mengatakan kepada situs yang sama bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengirim pesan teks kepada utusan AS Steve Wittkopf pada hari Rabu, berjanji bahwa pihak berwenang Iran akan menunda rencana eksekusi terhadap para pengunjuk rasa.

Read Entire Article
Food |