Seekor burung Curik Bali (Leucopsar rothschildi) terbang saat pelepasliaran di Desa Adat Karang Dalem Tua, Badung, Bali, Kamis (9/4/2026). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali melepasliarkan 12 burung Curik Bali atau Jalak Bali sebagai konservasi habitat dan pemulihan populasi. (FOTO : ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Dua ekor burung Curik Bali (Leucopsar rothschildi) berdiri di atas ranting saat pelepasliaran di Desa Adat Karang Dalem Tua, Badung, Bali, Kamis (9/4/2026). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali melepasliarkan 12 burung Curik Bali atau Jalak Bali sebagai konservasi habitat dan pemulihan populasi. (FOTO : ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Seekor burung Curik Bali (Leucopsar rothschildi) memakan buah murbei saat pelepasliaran di Desa Adat Karang Dalem Tua, Badung, Bali, Kamis (9/4/2026). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali melepasliarkan 12 burung Curik Bali atau Jalak Bali sebagai konservasi habitat dan pemulihan populasi. (FOTO : ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Dua ekor burung Curik Bali (Leucopsar rothschildi) berdiri di atas ranting saat pelepasliaran di Desa Adat Karang Dalem Tua, Badung, Bali, Kamis (9/4/2026).
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali melepasliarkan 12 burung Curik Bali atau Jalak Bali sebagai konservasi habitat dan pemulihan populasi.
sumber : Antara Foto

2 months ago
72
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522741/original/006886600_1772775055-8591.jpg)


