Ages Lingga Pratama
Lifestyle | 2026-06-19 01:13:59
Siapa yang tidak tergoda oleh aroma ayam kremes yang baru diangkat dari penggorengan atau semangkuk soto hangat yang mengepul di atas meja? Di Surabaya Timur, warung makan seperti ini mudah ditemukan. Sejak pagi hingga siang hari, tempat tersebut selalu dipenuhi pelanggan. Deretan sepeda motor yang memenuhi area parkir dan antrean pembeli menjadi bukti bahwa warung tersebut memiliki daya tarik yang kuat.
Dalam dunia kuliner, keramaian sering kali menjadi ukuran keberhasilan sebuah usaha. Warung ayam kremes dan soto yang saya amati membuktikan hal tersebut. Ayam kremes yang disajikan memiliki tekstur renyah dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam daging. Sementara itu, soto ayam menawarkan kuah gurih yang kaya rempah dengan isian yang cukup melimpah. Ditambah harga yang terjangkau, tidak mengherankan jika pelanggan datang silih berganti.
Namun, di balik cita rasa yang memikat, terdapat hal lain yang menarik perhatian. Saat melayani pembeli, penjual terlihat langsung memegang makanan, menerima uang, lalu kembali menyentuh makanan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu atau menggunakan sarung tangan. Aktivitas tersebut berlangsung berulang kali dalam suasana warung yang sibuk.
Kondisi ini sebenarnya bukanlah pemandangan yang asing. Banyak warung makan tradisional menghadapi situasi serupa karena tingginya jumlah pelanggan dan tuntutan untuk melayani dengan cepat. Meski demikian, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri atau kuman ke makanan yang disajikan.
Dari sudut pandang keamanan pangan, kebersihan tangan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas makanan. Penggunaan sarung tangan dan kebiasaan mencuci tangan secara rutin merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi makanan. Langkah tersebut tidak memerlukan biaya besar, tetapi memiliki manfaat yang signifikan bagi kesehatan konsumen.
Sebagai konsumen, kita juga memiliki peran dalam mendorong terciptanya budaya makan yang lebih sehat. Memilih tempat makan yang menjaga kebersihan dan memberikan masukan secara baik kepada penjual dapat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan kesadaran bersama.
Pada akhirnya, makanan yang lezat dan makanan yang aman tidak seharusnya menjadi dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan sehingga para konsumen tidak hanya menikmati cita rasa yang menggugah selera, tetapi juga memperoleh jaminan keamanan dalam setiap hidangan yang dikonsumsi.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

3 hours ago
3





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522741/original/006886600_1772775055-8591.jpg)


