Kinerja ESG Perusahaan Indonesia Meningkat, Kesenjangan Antar-Sektor Masih Terlihat

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan di Indonesia menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, perkembangan tersebut masih dibarengi kesenjangan pada sejumlah isu material dan perbedaan kinerja antarkelompok perusahaan.

Temuan tersebut tercermin dalam pemetaan Katadata ESG Insight (KESGI) yang tahun ini mencakup sekitar 400 perusahaan dengan menggunakan 100 indikator. Berdasarkan pemetaan tersebut, skor ESG Indonesia meningkat dari 28,3 menjadi 42,4.

Co-Founder & CCO Katadata Heri Susanto mengatakan pemetaan dan analisis kinerja ESG dilakukan melalui KESGI yang dikembangkan sebagai instrumen untuk mengolah data perusahaan menjadi insight dan tolok ukur kinerja ESG.

“Dari dashboard ini data kita ubah menjadi insight. Dari insight kita menganalisis, mendapatkan benchmark dan akhirnya recognition yang kredibel,” kata Heri dalam rangkaian Katadata Sustainability Action for Future Economy (SAFE) 2026 di Jakarta, Kamis (17/9).

Menurut Heri, peningkatan skor tersebut belum sepenuhnya menggambarkan pemerataan kinerja ESG di seluruh sektor. Katadata masih menemukan kesenjangan pada isu material yang dinilai penting di sejumlah sektor serta pertumbuhan disparitas kinerja ESG antarkelompok perusahaan.

“Katadata mengapresiasi perusahaan yang menunjukkan kinerja ESG menonjol di sektor masing-masing, berdasarkan data dan pembuktian empiris,” ujarnya.

Kinerja ESG di Sektor Energi dan Industri

Perkembangan tersebut turut tercermin dari kinerja sejumlah perusahaan dalam pemetaan KESGI. Grup Barito Pacific, misalnya, mencatatkan capaian melalui dua entitas usahanya, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk dan PT Barito Renewables Energy Tbk.

Chandra Asri Pacific memperoleh apresiasi atas inisiatif manajemen emisi di sektor kimia dan kemasan. Perusahaan juga dinilai memiliki keunggulan dalam pengembangan dan retensi karyawan melalui peningkatan pelatihan, pengembangan karier, program suksesi, serta mobilitas talenta.

Sementara itu, Barito Renewables Energy memperoleh apresiasi atas inisiatif efisiensi dan manajemen energi di sektor utilitas dan listrik. Penilaian tersebut mencakup penerapan sistem manajemen energi, inovasi efisiensi, serta pengelolaan pembangkitan energi terbarukan berbasis panas bumi dan tenaga bayu.

Capaian kedua perusahaan tersebut menjadi bagian dari KESGI Awards 2026 yang diserahkan dalam rangkaian Katadata Sustainability Action for Future Economy (SAFE) 2026 di Jakarta.

Secara lebih luas, Grup Barito Pacific terus mengembangkan aspek keberlanjutan dalam kegiatan bisnis melalui investasi pada energi terbarukan, penerapan teknologi bersih, dan peningkatan efisiensi energi.

KESGI Awards diberikan kepada perusahaan berdasarkan pemetaan dan analisis kinerja ESG melalui KESGI. Katadata telah mengembangkan dashboard KESGI selama empat tahun sebagai instrumen untuk mengolah data perusahaan, menyusun benchmark, dan melihat perkembangan penerapan prinsip keberlanjutan.

KESGI pertama kali disusun pada 2022 sebagai instrumen untuk mengukur implementasi prinsip keberlanjutan perusahaan.

Read Entire Article
Food |