Kisah Istri Firaun, Ibu Angkat Nabi Musa yang Jadi Teladan  

9 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nama Asiyah kerap dikenal sebagai istri Firaun, penguasa zalim Mesir pada masa Nabi Musa. Namun, di balik posisinya sebagai permaisuri istana, Asiyah tercatat dalam sejarah sebagai sosok perempuan mulia yang menjadi ibu angkat Nabi Musa dan teladan keteguhan iman sepanjang zaman.

Dalam tradisi Islam, Asiyah menempati kedudukan istimewa. Rasulullah SAW bahkan menyebutnya sebagai salah satu perempuan paling sempurna. Dalam hadis riwayat Imam al-Bukhari, Nabi SAW bersabda: 

كَـمُـلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيرٌ، وَلَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِ غَيْرُ مَرْيَمَ بِنْتِ عِمْرَانَ، وَآسِيَةَ امْرَأَةِ فِرْعَوْنَ، وَإِنَّ فَضْلَ ‏عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ

‎Artinya: "Lelaki yang sempurna jumlahnya banyak. Dan tidak ada wanita yang sempurna selain ‎Maryam bintu Imran dan Asiyah istri Firaun. Dan keutamaan A’isyah dibandingkan ‎wanita lainnya, sebagaimana keutamaan ats-Tsarid dibandingkan makanan lainnya.” ‎‎(HR Bukhari 5418 dan Muslim 2431).

Kisah Asiyah bermula ketika bayi Musa dihanyutkan ibunya ke Sungai Nil demi menyelamatkannya dari kekejaman Firaun yang memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki Bani Israil. Atas kehendak Allah SWT, bayi itu ditemukan oleh para pelayan istana dan dibawa kepada Asiyah.

Hati Asiyah langsung terpaut pada bayi tersebut. Dengan kasih sayang yang mendalam, ia memohon kepada Firaun agar tidak membunuh bayi itu. Ia bahkan mengusulkan agar Musa diangkat sebagai anak.

Allah SWT mengabadikan momen itu dalam Alquran: 

وَقَالَتِ امْرَاَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍ لِّيْ وَلَكَۗ  لَا تَقْتُلُوْهُ ۖعَسٰٓى اَنْ يَّنْفَعَنَآ اَوْ نَتَّخِذَهٗ وَلَدًا وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

Read Entire Article
Food |