Kondisi SMPN 02 Ngamprah Memprihatinkan, DPRD KBB Akui Kecolongan

3 hours ago 9

Foto: Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegecek SMPN 02 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Senin (24/8/2026). Sekolah itu viral karena fasilitas dan lingkungannya cukup memprihatinkan yang membuat Bupati Jeje kecewa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) Nur Djulaeha mengaku kecolongan karena kondisi SMPN 02 Ngamprah. Meski begitu, Nur mengklaim rutin melakukan pengawasan terhadap kondisi sekolah-sekolah yang ada di Bandung Barat.

"Kita cukup kecewa dengan kondisi yang terjadi hari ini. Kita mungkin kecolongan di wilayah perkotaan kok bisa terjadi kondisi seperti ini," kata Nur usai meninjau SMPN 02 Ngamprah, Senin (24/8/2026).

Sebenarnya, kata Nur, fungsi pengawasan tetap berjalan. DPRD KBB selalu menyampaikan dalam setiap rapat kerja bahwa sarana dan prasarana merupakan representasi dari dunia pendidikan. "Itu yang selalu kita tekankan," ucap dia.

Seperti diketahui, kondisi fasilitas sarana dan prasarana hingga lingkungan SMPN 02 Ngamprah mendapat sorotan usai viral di media sosial. Kondisi toilet yang jorok, kaca pecah, papan tulis jebol, dinding mengelupas, keramik pecah, hingga atap beserta plafon yang sudah lapuk dan jebol. 

Padahal SMPN 02 Ngamprah tersebut meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungkungan Hidup. Nur mengatakan, kondisi di SMPN 02 Ngamprah tentunya menjadi pembelajar bagi pihaknya bersama Pemkab Bandung Barat untuk lebih memperketat pengawasan. Hal itu dilakukan agar ke depan tak ada lagi sekolah kondisinya memprihatinkan seperti SMPN 02 Ngmaprah.

"Tadi juga sudah disampaikan kepada Bupati bahwa tidak hanya sekolah ini saja. Jangan sampai viral dulu baru ada tindakan. Insya Allah kita selalu melakukan pengawasan ke sekolah-sekolah SD maupun SMP dan hasilnya langsung kita laporkan kepada Kepala Dinas," ujar Nur.

Dia mengakui sudah banyak menerima laporan soal kondisi sekolah yang menjadi kewenangan Pemkab Bandung Barat. Pihaknya berharap perbaikan itu dilakukan secara bertahap tahun ini sesuai dengan kemampuan anggaran.

"Untuk penganggaran, tahun ini sudah banyak laporan yang kami sampaikan. Kalau memang belum bisa diselesaikan tahun ini, akan kita lanjutkan pada 2027," ucap Nur. 

Read Entire Article
Food |