Konsolidasi BUMN, Tujuh Perusahaan Logistik Resmi Bergabung

6 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tujuh anak usaha BUMN di sektor logistik resmi bergabung dalam satu entitas melalui penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan akta penggabungan di Pos Bloc, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Konsolidasi ini menjadi tahap awal pembentukan ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi.

Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik sekaligus Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Joseph mengatakan PT Multi Terminal Indonesia (MTI) ditetapkan sebagai surviving entity atau perusahaan yang tetap bertahan setelah proses penggabungan.

"Baru saja kita menyaksikan penandatanganan kesepakatan para pemegang saham dan akta penggabungan dari tujuh entitas BUMN logistik yang digabungkan menjadi satu," ujar Daud.

Menurut Daud, konsolidasi tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap 15 entitas BUMN logistik yang dipetakan Danantara Indonesia. Dari hasil kajian, delapan perusahaan dinilai memiliki karakteristik usaha yang serupa, sebelum akhirnya diputuskan tujuh perusahaan yang bergabung dalam tahap pertama.

Ia mengatakan proses konsolidasi dapat berjalan relatif cepat setelah seluruh perusahaan berada di bawah pengelolaan Danantara Asset Management (DAM).

Daud menambahkan konsolidasi belum berhenti pada tahap pertama. Danantara telah meminta tim melakukan kajian terhadap dua entitas lain yang bergerak sebagai pemilik muatan (cargo owner), yakni dari sektor pupuk dan semen.

"Setelah ini, kami sedang diminta untuk mempelajari adanya dua entitas berikutnya. Fase yang kedua nanti ini adalah fase BUMN Logistics Cargo Owner di mana cargo owner-nya adalah dua produknya, yaitu produk pupuk dan produk semen," katanya.

Perusahaan hasil penggabungan akan menjalani masa transisi selama 12 bulan. Selama periode tersebut akan dilakukan evaluasi untuk menentukan valuasi perusahaan, struktur permodalan, hingga komposisi kepemilikan sebelum transaksi akhir diselesaikan.

Daud mengatakan penurunan biaya logistik nasional tetap menjadi tujuan konsolidasi. Namun, fokus utama dalam satu tahun pertama adalah memastikan integrasi ketujuh perusahaan berjalan lancar dari sisi operasional, ketenagakerjaan, perpajakan, hingga aspek hukum.

"Memang betul tujuan akhirnya ada penurunan biaya logistik. Namun, di dalam periode awal ini sampai 12 bulan, yang penting tujuh PT berbeda ini bisa melaksanakan fungsi dengan baik di dalam satu wadah, secara legalnya, ketenagakerjaan, secara operasional, secara perpajakan, itu dulu," kata Daud.

Read Entire Article
Food |