REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Otoritas Umum untuk Pengurusan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah mengembangkan lima pusat penitipan bagasi khusus untuk melayani jamaah di Dua Masjid Suci. Tujuannya adalah untuk mempermudah pergerakan jamaah dan meningkatkan kenyamanan serta pengaturan.
Otoritas tersebut mengatakan empat pusat penitipan bagasi terletak di Masjidil Haram di Makkah, dikutip dari laman Saudi Gazette, Rabu (18/3/2026)
Fasilitas-fasilitas tersebut tersebar di lokasi-lokasi strategis termasuk halaman barat di belakang toilet Nomor 6, Jalan Ajyad di sebelah toilet Nomor 1, halaman timur dekat Perpustakaan Makkah, dan gedung layanan di perluasan Saudi ketiga setelah Pintu Keluar 3.
Titik-titik penitipan bagasi juga telah didirikan di beberapa pintu masuk utama Masjidil Haram, termasuk Gerbang Raja Abdulaziz (1), Gerbang Raja Fahd (79), Gerbang Umrah, dan Gerbang 100.
Di Masjid Nabawi di Madinah, pihak berwenang memperkenalkan pusat penitipan bagasi baru yang terletak di antara Pintu Keluar 365 dan Pintu Keluar 366 untuk mempermudah pergerakan pengunjung di dalam halaman dan fasilitas masjid.
Pihak berwenang mengatakan bagasi dapat disimpan hingga empat jam. Layanan ini diberikan secara gratis dan beroperasi sepanjang waktu sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan layanan bagi para jamaah.
Para Jamaah Merayakan Khatam Alquran di Masjidil Haram
Masjid Agung menyaksikan kedatangan jamaah dan pelaku umrah yang sangat banyak pada malam ke-29 Ramadhan, ketika para peziarah berkumpul untuk melaksanakan sholat Isya dan Tarawih serta merayakan selesainya pembacaan Alquran dalam suasana yang penuh kekhusyukan.
Sejak dini hari, sejumlah besar jamaah memenuhi halaman, koridor, dan area mataf masjid, serta jalan-jalan di sekitarnya, melaksanakan ritual dengan mudah dan aman yang didukung oleh layanan komprehensif dan proyek pembangunan berkelanjutan yang diawasi oleh kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi.
Otoritas Umum untuk Pengurusan Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengerahkan seluruh kapasitas operasionalnya dalam koordinasi dengan entitas terkait untuk mengelola kerumunan, membimbing jamaah, dan memastikan kelancaran pergerakan di seluruh area sholat, dengan perhatian khusus kepada para lansia dan penyandang disabilitas.
Upaya yang dilakukan meliputi pemasangan rambu penunjuk arah, peningkatan operasi pembersihan, sterilisasi, dan pengharum ruangan, menjaga kesiapan penuh fasilitas, dan menyediakan air Zamzam di berbagai lokasi sepanjang waktu.
Pihak berwenang juga mengatur arus masuk dan keluar melalui gerbang yang telah ditentukan, mengalokasikan titik akses khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas, dan meningkatkan tim respons lapangan untuk menangani pertanyaan dan mendukung pengunjung.
Sistem canggih diaktifkan untuk memastikan efisiensi suara, pendinginan, ventilasi, dan pencahayaan, sementara gerobak listrik dan manual dioperasikan melalui aplikasi “Tanqol” di bawah rencana terstruktur.
Pengelolaan kerumunan lebih lanjut didukung melalui layar digital multibahasa, inisiatif panduan lapangan, dan koordinasi dengan pihak berwenang keamanan, terutama selama puncak kepadatan.
Pihak berwenang memperkuat tim lapangan untuk mengawasi operasi di seluruh halaman dan lorong, menjaga kebersihan terus menerus, dan memastikan kesiapan eskalator, lift, dan sistem darurat.
Sebagai bagian dari upaya panduan, inisiatif “Tanya Saya” diluncurkan untuk memberikan bantuan di lapangan dalam berbagai bahasa, membantu pengunjung menavigasi masjid dan fasilitasnya.
Pihak berwenang menegaskan kembali komitmennya untuk memberikan layanan berkualitas tinggi melalui rencana operasional terpadu, memastikan pengalaman yang aman dan memperkaya secara spiritual bagi para jamaah selama malam yang penuh berkah ini.

4 hours ago
3






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)

















