Masjid Istiqlal, dari Simbol Kemerdekaan Hingga Menjadi Pusat Pemberdayaan Umat

5 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Istiqlal telah lama menjadi simbol persatuan sekaligus kebanggaan bangsa Indonesia. Berdiri megah di jantung ibu kota, masjid terbesar di Asia Tenggara ini tidak hanya menjadi tempat umat Islam menunaikan ibadah, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Dibangun sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia, Masjid Istiqlal sejak awal dirancang sebagai simbol persatuan bangsa. Seiring perkembangan zaman, perannya pun terus bertumbuh. Kini, Istiqlal tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga hadir sebagai ruang pemberdayaan umat yang mendorong kolaborasi, edukasi, pelayanan sosial, hingga pelestarian lingkungan.

Transformasi tersebut semakin diperkuat melalui revitalisasi besar yang selesai pada 2021. Selain menghadirkan fasilitas yang lebih nyaman bagi jamaah, revitalisasi ini juga memperluas fungsi Masjid Istiqlal sebagai pusat pemberdayaan umat, pengembangan syiar Islam yang moderat, serta ruang yang memperkuat nilai toleransi dan perdamaian di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut juga tercermin dalam upaya Masjid Istiqlal menerapkan prinsip keberlanjutan. Pascarevitalisasi, Istiqlal menjadi rumah ibadah pertama di dunia yang memperoleh sertifikasi Green Building EDGE dari International Finance Corporation (IFC). Pengakuan ini diberikan atas penerapan konsep bangunan ramah lingkungan yang mampu meningkatkan efisiensi energi melalui penggunaan teknologi hemat energi, serta sistem pengelolaan bangunan dan lingkungan tempat ibadah yang lebih modern. Semangat keberlanjutan inilah yang kemudian menjadi landasan lahirnya berbagai inisiatif peduli lingkungan di lingkungan masjid.

Salah satu program yang mengusung semangat tersebut adalah Program Ramadan Bersih. Program ini mengajak masyarakat, khususnya para jamaah dan pengunjung Masjid Istiqlal, untuk lebih bijak dalam memilah dan mengelola sampah selama bulan suci Ramadan. Melalui edukasi kepada jamaah, penyediaan tempat sampah terpilah, serta kolaborasi dengan lembaga pengolahan sampah terpercaya, program ini bertujuan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Program Ramadan Bersih telah dijalankan sejak 2024 melalui kolaborasi antara Masjid Istiqlal dan Unilever Indonesia. Hasilnya menunjukkan dampak yang nyata dari tahun ke tahun. Hingga Ramadan 2026, program ini berhasil mengumpulkan lebih dari 35 ribu kilogram sampah, terdiri atas 9.134 kilogram pada 2024, meningkat menjadi 11.168 kilogram pada 2025, dan mencapai 15.936 kilogram pada 2026. Capaian tersebut mencerminkan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, bahkan di lingkungan rumah ibadah.

Komitmen Masjid Istiqlal dalam memberdayakan masyarakat tidak berhenti pada isu lingkungan. Di bidang pendidikan dan pembinaan umat, masjid nasional ini juga menghadirkan Serambi Istiqlal, sebuah layanan konsultasi keagamaan yang terbuka bagi masyarakat. Melalui layanan ini, jamaah dapat berkonsultasi mengenai berbagai persoalan keislaman, mulai dari ibadah, muamalah, persoalan keluarga, hingga warisan.

Kehadiran Serambi Istiqlal memperlihatkan bahwa fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai ruang belajar, berdiskusi, serta memperoleh solusi atas berbagai persoalan kehidupan berdasarkan nilai-nilai Islam. Ruang ini sekaligus menjadi wadah edukasi dan dialog yang memperkuat hubungan antara masjid dan masyarakat.

Peran sosial Masjid Istiqlal juga diwujudkan melalui berbagai layanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah Layanan Khitanan Terpadu yang secara rutin diselenggarakan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Tahun ini, program tersebut memberikan layanan khitan steril yang aman kepada 110 anak yatim dan dhuafa.

Pelaksanaan program tersebut turut dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. Kehadirannya menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.

Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa peran Masjid Istiqlal kini melampaui fungsi konvensional sebagai tempat ibadah. Kepedulian terhadap lingkungan, penguatan literasi keagamaan, pelayanan sosial, hingga akses kesehatan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih mandiri, sehat, dan berdaya.

Dengan terus menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan masyarakat serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, Masjid Istiqlal semakin menegaskan posisinya sebagai pusat pemberdayaan umat. Di tempat inilah nilai-nilai keislaman diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi sesama sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Read Entire Article
Food |