Mentan Amran Tegaskan Komitmen Sejahterakan Peternak

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan peternak, memperkuat rantai pasok, menekan biaya produksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

“Program hilirisasi ayam terintegrasi, salah satunya di Kabupaten Bone, akan memberikan keuntungan langsung bagi peternak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Mentan Amran dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Melalui program tersebut, Kementerian Pertanian menghadirkan sistem usaha terintegrasi yang menjamin ketersediaan bibit ayam umur sehari (Day Old Chick/DOC), pakan, hingga pemasaran hasil produksi. Sistem ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pedesaan di sekitar kawasan peternakan.

Dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Mentan Amran didampingi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Agung Suganda meninjau langsung kesiapan kawasan yang direncanakan menjadi salah satu pusat peternakan unggas nasional. Kunjungan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.

Mentan menegaskan bahwa program hilirisasi ayam terintegrasi merupakan bagian dari program strategis nasional sesuai arahan Presiden Prabowo. Tujuan utamanya adalah menyejahterakan peternak melalui kepastian harga dan ketersediaan bibit DOC yang terjangkau, peningkatan daya saing, serta kestabilan usaha peternakan.

“Kita ingin BUMN masuk untuk menjamin harga DOC, pakan, dan pullet, dengan kualitas dan kuantitas yang terjamin serta harga yang membuat peternak bahagia dan untung. Ini juga diharapkan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Inilah program Presiden RI,” ujar Mentan Amran.

Melalui keterlibatan BUMN, negara hadir memberikan kepastian bagi peternak, mulai dari penyediaan bibit, penguatan rantai pasok, hingga pemasaran hasil usaha. Dengan demikian, harga tidak lagi sepenuhnya dikendalikan mekanisme pasar bebas yang kerap merugikan peternak dan produsen kecil.

Program hilirisasi ayam terintegrasi ini diharapkan menjadi model produksi modern, di mana proses pembibitan, penyediaan pakan, budidaya, pengolahan, hingga distribusi berjalan dalam satu sistem yang saling terhubung. Sistem tersebut memungkinkan peternak menekan biaya produksi, meningkatkan kualitas daging ayam nasional, sekaligus memperluas lapangan kerja di tingkat lokal.

“Sekarang kita bisa swasembada, petani bahagia, harga HPP baik, stok banyak. Arah kita jelas, semua komoditas pertanian harus berdaulat. Ini adalah pengendali inflasi terbaik, karena harga pakan dan DOC akan turun,” kata Mentan.

“Kita bergerak dari hulu, lalu hilirnya menyentuh seluruh peternak di Indonesia. Kalau peternak sejahtera, negara akan kuat,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini akan memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai pusat pengembangan peternakan nasional sekaligus penggerak ekonomi pedesaan.

“Sulawesi Selatan siap menjadi lumbung dan pusat pengembangan peternakan nasional. Proyek hilirisasi ini akan memperkuat ekosistem peternakan, meningkatkan daya saing daerah, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha milik negara, proyek hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone menjadi langkah konkret negara dalam mewujudkan sistem peternakan yang efisien, berkelanjutan, dan berpihak pada peternak.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |