REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memastikan pelaksanaan angkutan mudik dan arus balik Lebaran 2026 di seluruh ekosistem yang dikelolanya berjalan lancar. Mobilitas masyarakat yang meningkat dapat berjalan lancar berkat kesiapan operasional bandara, optimalisasi kapasitas penerbangan, serta dukungan konektivitas menuju kawasan pariwisata.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono mengatakan libur lebaran merupakan fase dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Perusahaan mengoptimalkan kesiapan operasional yang optimal, koordinasi lintas stakeholders, dan optimaliasi pelayanan.
"Upaya ini kami lakukan tidak semata-maya berorientasi pada peningkatan trafik, namun juga pada penciptaan pengalaman perjalanan yang berkesan. Melalui penguatan customer experience serta integrasi layanan di seluruh ekosistem, kami memastikan masyarakat tak hanya sampai ke tujuan, namun juga menikmati setiap proses perjalanan dan berlibur dengan lebih seamless dan berkesan,” ujar Maya.
Pergerakan Pesawat dan Jumlah Penumpang Tumbuh Signifikan
Dari sektor aviasi, terdapat beberapa indikator menjadi penanda suksesnya angkutan udara. Selama periode mudik Lebaran 13-29 Maret 2026, bandara-bandara di bawah InJourney Airports mencatat realisasi kumulatif 63.222 pergerakan pesawat. Angka ini tumbuh 9 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.
Jumlah penumpang yang dilayani mencapai 8.870.677 penumpang atau meningkat 6,4 persen secara tahunan. Kinerja ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang tetap dapat dikelola dengan baik selama masa angkutan Lebaran.
Dari sisi pasar, pergerakan domestik menjadi penopang utama dengan 51.873 pergerakan pesawat dan 7.009.251 penumpang, masing-masing tumbuh 10,6 persen dan 7,5 persen dibandingkan tahun lalu.
Kesiapan operasional InJourney juga tercermin dari berbagai indikator pendukung, antara lain load factor kumulatif sebesar 81,6 persen, slot utilization kumulatif sebesar 82,3 persen, serta realisasi 4.097 extra flight atau 75,5 persen dari total rencana tambahan penerbangan.
Pada puncak arus mudik tanggal 18 Maret 2026, bandara-bandara InJourney melayani 568.871 penumpang. Sementara pada puncak arus balik tanggal 29 Maret 2026 jumlah penumpang mencapai 603.575 orang, meningkat 14,8 persen dibandingkan puncak arus balik tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan kesiapan bandara-bandara InJourney dalam mengantisipasi lonjakan trafik pada periode puncak perjalanan masyarakat.
Penambahan Rute Penerbangan
Indikator lainnya adalah meningkatnya konektivitas penerbangan. Pada angkutan lebaran 2026, jumlah rute penerbangan di 37 bandara total mencapai 1.487 rute atau bertambah 53 rute dibandingkan dengan angkutan lebaran 2025. Untuk jumlah maskapai penerbangan di 37 bandara pada tahun ini tercatat 247 maskapai atau bertambah 9 maskapai.
Indikator lainnya adalah skor kepuasan pelanggan yang cukup tinggi pada 3 aspek, yakni tingkat kepuasan secara keseluruhan terhadap pelayanan bandara (skor 4.8), pengalaman perjalanan di bandara saat Ramadan (skor 4.81) dan penilaian terhadap ambience, dekorasi dan aktivitas bertema liburan yang ada di bandara (skor 4.78). Skor ini diperoleh dari hasil survei Customer Satisfaction (CSAT) terhadap sekitar 2.000 responden atau penumpang pesawat di bandara.

4 hours ago
4






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)

















