Pelindo Optimalkan JTCC untuk Tekan Biaya Logistik Nasional

2 weeks ago 20

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan komitmennya dalam mendukung efisiensi biaya logistik nasional sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pengembangan dan pengelolaan Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2).

Jalan tol sepanjang 34,76 kilometer yang menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok ini dikelola oleh entitas Pelindo Group, yakni PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP), sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemegang hak konsesi JTCC.

CTP telah menyelesaikan konstruksi dan mengoperasikan penuh JTCC sejak 2023. Pada tahun kedua operasional penuh, JTCC tersambung dengan JORR 2 sehingga diharapkan mampu mengurangi kemacetan, mempercepat waktu tempuh, serta menyediakan alternatif rute bagi pengguna jalan.

Keberadaan JTCC memiliki peran strategis dalam sistem logistik nasional, khususnya sebagai penghubung utama antara kawasan industri di wilayah timur Jakarta seperti Bekasi, Cikarang, Karawang, dan sekitarnya dengan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan terbesar di Indonesia.

Dengan konektivitas tersebut, JTCC diharapkan memangkas waktu tempuh dan biaya distribusi logistik secara signifikan.

Pelaksana Tugas Direktur Utama CTP Erwan Dwi Winanto menyatakan CTP melalui pengelolaan JTCC berkomitmen mendukung efisiensi logistik nasional, terutama dalam mengintegrasikan kawasan industri di sekitar Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Saat ini kami tengah mengupayakan integrasi tarif JTCC dengan ruas tol lain di Jakarta. Hal ini dimaksudkan untuk memperluas aksesibilitas JTCC bagi masyarakat dan pelaku usaha serta menciptakan tarif yang kompetitif guna mendukung efisiensi logistik,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto menegaskan integrasi koridor logistik menjadi kunci dalam menciptakan sistem jalur distribusi yang terhubung secara strategis antar kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan.

“Integrasi ini tidak hanya meningkatkan kelancaran pengiriman barang, tetapi juga membuka ruang penyesuaian dan penyelarasan tarif tol agar lebih terjangkau dan kompetitif bagi pelaku usaha,” katanya.

Untuk memperkuat peran strategis JTCC, CTP menyiapkan sejumlah pengembangan guna memaksimalkan layanan. Ke depan, akan dibangun rest area dan logistic hub di KM 92 yang terhubung langsung dengan jalan tol, serta penambahan pintu tol baru guna memperluas akses masyarakat di sekitar trase JTCC.

Selain itu, JTCC akan menawarkan akses langsung ke Terminal Kalibaru melalui pembangunan New Port Eastern Access (NPEA) di KM 108. Proyek ini digadang menjadi solusi strategis untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi sistem distribusi barang menuju pelabuhan.

Seluruh langkah strategis yang dilakukan Pelindo melalui entitas usahanya bertujuan memaksimalkan pemanfaatan JTCC agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku logistik dan industri, sekaligus memperkuat daya saing logistik nasional.

Read Entire Article
Food |