Pemain Timnas Muda Palestina Syahid Dibunuh Pemukim Israel di Tengah Sorak-Sorai Piala Dunia

10 hours ago 7

Fadi Hamdallah, pesepakbola muda Palestina yang syahid dibunuh pemukim Israel di Tepi Barat, Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Seorang remaja Palestina yang bermain untuk tim nasional sepak bola remaja negaranya meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya saat pemukim Israel menyerang desanya di Tepi Barat yang diduduki. Demikian disampaikan oleh pihak berwenang dan kerabatnya. 

Fadi Hamdallah al-Nassan (17 tahun), ditembak pada 11 Juli dan meninggal dunia akibat luka-lukanya pada Sabtu, menjelang final Piala Dunia 2026.

Kematiannya kembali menyoroti eskalasi kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim dan tentara Israel terhadap komunitas Palestina di seluruh Tepi Barat—wilayah yang diduduki Israel sejak 1967 dan tempat pembangunan permukiman terus meluas dengan laju yang semakin cepat, meskipun tindakan tersebut ilegal menurut hukum internasional. 

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyebut tindakan Israel di Tepi Barat sebagai bentuk apartheid. 

Dilansir Aljazirah, Al-Nassan bermain untuk klub Al-Mughayyir dan merupakan anggota tim nasional remaja Palestina. Puluhan pelayat yang mengenakan pakaian hitam membawa jenazahnya dari Kompleks Medis Palestina di Ramallah menuju desa asalnya, al-Mughayyir, untuk dimakamkan pada Sabtu. 

Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) menyatakan bahwa pasukan Israel menembak paha al-Nassan saat para pemukim sedang menyerang desa tersebut. Kakinya kemudian diamputasi, dan ia meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya, ungkap asosiasi tersebut. 

"Dengan kematian Fadi, jumlah syuhada dari kalangan insan olahraga Palestina sejak 7 Oktober 2023 kini mencapai 1.013 orang, termasuk 568 orang dari keluarga besar sepak bola Palestina," demikian pernyataan asosiasi tersebut di platform X. 

Ayahnya, Hamdallah al-Nassan, mengatakan bahwa putranya berlari menuju lokasi kejadian setelah mendengar jeritan perempuan dan anak-anak perempuan saat serangan berlangsung.

"Dia pergi ke lokasi serangan dan tewas," ujarnya. "Dia adalah siswa yang baik, berprestasi dalam olahraga, dan gemar bermain sepak bola. Semua orang menyukainya," kata ibunya, Hanan al-Nassan.

Read Entire Article
Food |