Pemkab Bandung Barat Petakan Jalur Rawan Macet dan Rawan Kecelakaan di Mudik 2026, Ini Titiknya

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pemkab Bandung Barat sudah melakukan pemetaan titik rawan kemacetan dan kecelakaan jelang arus mudik dan arus balik lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Skema antisipasi dan ratusan personel pun sudah disiapkan untuk mengawal perjalanan mudik di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Berdasarkan hasil pemetaan Dinas Perhubungan KBB, setidaknya ada 15 titik rawan kemacetan saat mudik lebaran nanti. Yakni di Pasar Rajamandala Kulon, Pasar Saguling, Pasar Batujajar, Simpang BBS-Cipatik, Pasar Tagog Padalarang, Simpang Purabaya, Simpang Stasiun Whoosh Padalarang dan Gedong Lima.

Kemudian Jembatan Chombipar, Simpang Caringin, Simpang Cimareme, Simpang SPBU Cibogo, Pasar Panorama Lembang, Simpang Ingimetal, Simpang Beatrik serta Kawasan Farhmhouse. Sedangkan titik ruas jalan rawan kecelakaan di Bandung Barat terpetakan ada enam titik. Yakni Jalan Dago Giri, Jalan Punclut, Jalan Raya Purwakarta, Jalan Raya Cipatat, Jalan Raya Lembang dan Jalan Cipeundeuy-Cikalongwetan.

"Untuk titik rawan kemacetan dan rasan kecelakaan lalu lintas itu sudah kita petakan. Kita sudah siapkan langkah antisipasinya," kata Kepala Dinas Perhubungan KBB, Mochammad Ridwan Evi saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).

Pihaknya, lanjut dia, juga sudah menyiapkan upaya untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik hingga arus balik lebaran tahun ini. Rekayasa akan diberlakukan di titik-titik terjadinya kemacetan di jalur mudik yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Untuk manajemen rekayasa nanti kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan. Termasuk kanalisasi jalur dan lainnya. Tentunya personel kami juga akan disiapkan di titik-titik jalur macet di Bandung Barat," ujar Ridwan Evi.

Kemudian, pihaknya mengimbau pemudik untuk lebih waspada dan berhati-hati jika melintasi titik-titik yang sudah dipetakan masuk kategori rawan kecelakaan. Sebab, jalur-jalur ini memiliki karakter jalan menanjak dan menurun, tikungan tajam, kurang penerangan hingga lurus yang memicu kecepatan tinggi.

Pihaknya memprediksi arus mudik gelombang pertama akan terjadi pada 14-15 Maret 2026 karena sudah diberlakukannya penerapan work form anywhere (WFA) dan gelombang kedua pada 18-19 Maret 2026 yang bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi.

"Dirpediksi ada dua gelombang lonjakan pemudik. Pertama itu 14-15 Maret bertepatan dengan penerapan WFA, gelombang kedua 18-19 Maret dan nyambung ke weekend," ucap Ridwan Evi.

Read Entire Article
Food |