Enam penerima Beasiswa PT Dairi Prima Mineral (DPM) Angkatan ke-4 menjalani pembekalan sebelum diberangkatkan ke Guangzhou pada 9 Maret 2026. Mereka akan menempuh program Diploma tiga tahun di bidang Manufaktur dan Otomasi Mesin di Guangdong Polytechnic of Industry and Commerce (GDPIC).
REPUBLIKA.CO.ID, SIDIKALANG — Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama bagi daerah untuk memanfaatkan momentum bonus demografi dan memperkuat daya saing industri. Di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, langkah konkret itu diwujudkan melalui pengiriman enam siswa untuk menempuh pendidikan vokasi industri di China.
Enam penerima Beasiswa PT Dairi Prima Mineral (DPM) Angkatan ke-4 menjalani pembekalan sebelum diberangkatkan ke Guangzhou pada 9 Maret 2026. Mereka akan menempuh program Diploma tiga tahun di bidang Manufaktur dan Otomasi Mesin di Guangdong Polytechnic of Industry and Commerce (GDPIC).
Program ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan bagian dari strategi pengembangan kapasitas masyarakat lokal agar mampu beradaptasi dengan transformasi industri dan kebutuhan teknologi ke depan.
Chief Legal and External Relations Officer PT Dairi Prima Mineral, Radianto Arifin, mengatakan penguatan akses pendidikan internasional menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kompetensi generasi muda daerah.
“Kami ingin memastikan generasi muda Dairi memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kompetensi teknis dan memperluas wawasan global. Harapannya, mereka dapat kembali dan berkontribusi bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Beasiswa ini didukung melalui skema Chinese Government Scholarship dan menjadi bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan. Sejak diluncurkan pada 2019, sebanyak 18 siswa asal Dairi telah memperoleh manfaat program tersebut.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap dan kompetitif, mulai dari penyaringan akademik, wawancara, tes psikologi, hingga uji kemampuan bahasa Inggris dan dasar bahasa Mandarin. Sosialisasi program melibatkan 15 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Silima Pungga-pungga, guna memastikan akses informasi yang merata.
Penguatan SDM berbasis vokasi dinilai relevan dengan kebutuhan industrialisasi daerah, terutama dalam menghadapi era otomasi dan manufaktur berbasis teknologi. Pendidikan kejuruan dengan eksposur internasional diharapkan mampu mencetak talenta lokal yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing secara global.
Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan pembangunan berkelanjutan, di mana investasi pada manusia dipandang sebagai faktor kunci dalam menciptakan nilai jangka panjang, baik bagi masyarakat maupun bagi ekosistem industri di daerah.

12 hours ago
5






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)
















