Purbaya Ungkap Penyelesaian Utang Proyek Kereta Cepat Belum Dibahas dengan Istana

2 weeks ago 22

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum membahas lebih lanjut perihal penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) atau Whoosh dengan pihak Istana Negara.

“Nanti, saya belum dipanggil untuk masalah itu,” kata Purbaya kepada wartawan usai kegiatan Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Menurut Purbaya, pembahasan terakhir mengenai restrukturisasi keuangan KCIC masih menggunakan skema 50:50 sehingga tidak semua beban utang ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun, Menkeu akan memastikan kelanjutan rencana penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung itu setelah menerima panggilan dari Istana.

“Seingat saya sih masih 50:50. Ini belum diajak ke sana,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut sumber pembayaran utang pembangunan Whoosh berasal dari APBN. Hal itu ia sampaikan usai konferensi pers terkait Stimulus Ekonomi Kuartal I dan Kesiapan Angkutan Idul Fitri 2025 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Mensesneg menjelaskan pembahasan itu masih dalam tahap finalisasi. Proses negosiasi dan pembicaraan teknis mengenai mekanisme pembayaran dipimpin oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memerintahkan jajaran menterinya untuk mencari skema terbaik menyelesaikan masalah utang kereta cepat Whoosh Jakarta–Bandung, termasuk detail terkait angka dan skenario penyelesaian utang terbaik yang dapat ditempuh pemerintah.

Perintah itu diberikan Presiden Prabowo kepada jajaran menteri saat rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (29/10/2025) malam.

Masalah penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh menjadi sorotan publik mengingat beban utang proyek tersebut mencapai Rp 116 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan upaya restrukturisasi keuangan proyek KCIC atau Whoosh masih membutuhkan proses dan waktu.

Pemerintah, kata dia, juga mengkaji pembentukan komite nasional kereta cepat untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam pengelolaan proyek tersebut.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |