REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar, menegaskan bahwa zakat dan sedekah merupakan dua instrumen penting dalam filantropi Islam yang memiliki landasan, fungsi, dan cakupan berbeda.
Pemahaman yang tepat terhadap keduanya dinilai krusial untuk memperkuat keadilan sosial dan mengatasi kesenjangan ekonomi yang semakin kompleks.
Menurut Prof Asep, zakat adalah kewajiban individual (fardhu ‘ain) yang memiliki ketentuan jelas, baik dari sisi nisab, haul, maupun tarif yang harus dikeluarkan oleh seorang Muslim yang memenuhi syarat.
“Zakat merupakan kewajiban yang dibebankan kepada pemilik harta untuk mengeluarkan persentase tertentu dari kekayaannya sebagai instrumen keadilan sosial agar kepemilikan tidak hanya berputar di kalangan orang-orang kaya,” ujar Prof Asep dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/3/2026).
Dia menjelaskan, prinsip zakat sejalan dengan ajaran Alquran, khususnya Surah Al-Hasyr ayat 7, yang menegaskan pentingnya distribusi kekayaan agar tidak terkonsentrasi pada kelompok tertentu saja.
Secara etimologis, zakat berarti penyucian (tazkiyah) dan pertumbuhan, yang menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga spiritual.
“Zakat berfungsi membersihkan harta dan jiwa pemiliknya dari sifat kikir dan keserakahan, sekaligus menjadi mekanisme korektif agar kekayaan tidak terkonsentrasi pada segelintir orang,” katanya.
Meski demikian, Prof Asep menekankan bahwa zakat pada dasarnya merupakan batas minimum kepedulian sosial seorang Muslim, bukan puncak kontribusi sosial.
“Zakat adalah baseline atau fondasi moral. Ketika seseorang telah menunaikan zakat, ia baru memenuhi kewajiban dasarnya, belum tentu mencapai tingkat kedermawanan yang optimal,” ujarnya.
Sebaliknya, sedekah memiliki dimensi yang lebih luas karena tidak dibatasi oleh persentase tertentu dan sepenuhnya bergantung pada kemurahan hati individu.
“Sedekah bertumpu pada nilai kemanusiaan, kedermawanan, dan solidaritas sosial. Bahkan seseorang dapat memberikan sebagian besar hartanya demi kemaslahatan bersama,” kata Prof Asep.
sumber : Antara

2 hours ago
4



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)












