Selamatkan Anak dari Kecanduan, Kemenag Jambi Batasi Gawai di Madrasah

7 hours ago 4

Ilustrasi siswa madrasah fokus belajar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI — Kekhawatiran terhadap semakin banyaknya anak yang terpapar judi online, konten negatif, hingga pengaruh kelompok kriminal di ruang digital mendorong Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jambi mengambil langkah tegas.

Seluruh madrasah negeri dan swasta di daerah itu kini menerapkan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah guna menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Mahbub Daryanto mengatakan kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak pekan lalu dan telah disosialisasikan kepada seluruh madrasah di Provinsi Jambi.

Menurut Mahbub, kebijakan itu bukan berarti melarang siswa membawa telepon seluler ke madrasah. Namun, penggunaannya dibatasi dan harus mendukung proses pembelajaran.

Ancaman Digital yang Membayangi Anak-Anak

Mahbub mengatakan kebijakan tersebut lahir dari meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak ruang digital terhadap perkembangan peserta didik. Menurutnya, tidak sedikit anak yang mulai terpapar konten berbahaya, mulai dari judi online, kekerasan, hingga aktivitas yang dapat mengarah pada tindakan kriminal.

"Kami ingin memastikan penggunaan ponsel untuk kegiatan yang positif, karena anak sudah banyak sekali yang terpapar judi daring hingga kelompok kriminal," ujar Mahbub.

Menurut dia, madrasah tidak bisa menutup mata terhadap perubahan perilaku peserta didik yang semakin akrab dengan dunia digital. Karena itu, penggunaan teknologi perlu diarahkan agar memberi manfaat bagi pendidikan, bukan sebaliknya.

Bukan Larangan Total, tetapi Pengawasan Ketat

Mahbub menjelaskan siswa tetap diperbolehkan membawa ponsel ke sekolah karena sebagian proses belajar mengajar saat ini telah memanfaatkan teknologi digital.

Namun ketika tidak digunakan untuk pembelajaran, perangkat tersebut harus disimpan di tempat yang telah disediakan pihak madrasah.

"Kami tidak melarang anak membawa ponsel. Yang kami lakukan adalah mengatur penggunaannya agar lebih terarah dan tidak mengganggu proses belajar," katanya.

Kebijakan itu diharapkan dapat membantu siswa lebih fokus mengikuti pembelajaran sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai selama berada di lingkungan sekolah.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |