Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran pada 2019.
REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS – Para pemimpin Eropa masih menolak tuntutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengirimkan kapal perang memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Penolakan ini diutarakan di sela para menteri luar negeri Uni Eropa (UE)berkumpul di Brussels untuk membahas meroketnya harga minyak selama perang AS-Israel melawan Iran.
Jerman termasuk di antara anggota UE yang menyatakan skeptis terhadap gagasan Trump tersebut. “Apa yang … Trump harapkan dapat dilakukan oleh beberapa kapal fregat Eropa di Selat Hormuz yang tidak dapat dilakukan oleh Angkatan Laut AS yang kuat?” Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius berkata di Berlin, dilansir Aljazirah, Senin.
"Ini bukan perang kami. Bukan kami yang memulainya."
Patut dicatat, Donald Trump telah berulang kali meremehkan kontribusi militer Eropa di NATO. Pada Januari, ia membuat banyak pimpinan Eropa meradang saat mengatakan pasukan sekutu NATO “main aman” dengan membiarkan AS maju ke garis depan depan pada perang Afghanistan. Trump juga mengatakan tahun lalu bahwa ia ingin mencaplok Greenland dari Denmark dan pasukan Eropa tak bakal bisa menghentikannya.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul pada Senin menegaskan Berlin tidak berniat bergabung dalam operasi militer selama konflik tersebut. “Kami mengharapkan AS dan Israel memberi informasi kepada kami, melibatkan kami dalam apa yang mereka lakukan di sana, dan memberi tahu kami apakah tujuan-tujuan mereka menyerang Iran tercapai,” katanya kepada wartawan sebelum pertemuan di Brussels.
“Setelah kami memiliki gambaran yang jelas mengenai hal tersebut, kami yakin kami perlu melangkah ke fase berikutnya, yaitu mendefinisikan arsitektur keamanan untuk seluruh wilayah ini, bersama dengan negara-negara tetangga,” katanya.
Wadephul menambahkan bahwa NATO belum membuat keputusan apapun mengenai tanggung jawab di Selat Hormuz setelah Trump pada Ahad menyerukan koalisi angkatan laut untuk mengerahkan kapal perang untuk mengamankan jalur perairan utama Teluk, yang menjadi jalur transit sekitar seperlima pengiriman minyak dunia.
Selat Hormuz, saat ini secara efektif ditutup Iran sebagai balasan untuk Amerika dan Israel yang melancarkan serangan mematikan di seluruh Iran sejak 28 Februari. Iran membalas dengan menembakkan rudal dan drone ke seluruh Timur Tengah, sehingga mengguncang pasar energi global.

1 hour ago
5






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)

















