REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang kalau dengar kata teknologi keuangan atau fintech, pikirannya langsung melayang ke arah teror pinjol ilegal atau gaya hidup konsumtif yang bikin dompet nangis.
Padahal, kalau mau jujur dan melihat lebih dalam, fintech dalam inklusi keuangan sebenarnya punya misi jauh lebih mulia dari sekadar kasih pinjaman instan.
Di balik layar HP kita, ada gerakan masif mengenai peran fintech dalam inklusi keuangan yang lagi berusaha keras menjangkau mereka yang selama ini dianggap nggak kasatmata oleh bank konvensional.
Kita bicara soal petani di kaki gunung, pedagang pasar di pelosok, sampai anak muda di desa yang ingin buka usaha tapi bingung modalnya dari mana.
Hambatan Inklusi Keuangan di Indonesia yang Bikin Gemas
Jujur saja, tantangan inklusi keuangan di Indonesia itu nggak main-main. Sebagai negara kepulauan, masalah geografi sering jadi musuh utama. Bayangkan saja, untuk menabung di bank, seorang warga di pedalaman harus naik perahu atau menempuh perjalanan berjam-jam ke kota kecamatan. Belum lagi urusan administrasi yang ribetnya minta ampun buat orang awam.
Akhirnya, banyak warga pelosok yang pilih simpan uang di bawah kasur atau malah terjebak skema investasi bodong. Inilah celah besar yang coba ditutup oleh teknologi. Di sinilah inklusi ekonomi nasional mulai menemukan titik terangnya melalui digitalisasi yang merata.
Pembayaran Digital Jadi Pintu Masuk Inklusi Ekonomi
Langkah awal yang paling terasa perubahannya adalah masifnya penggunaan pembayaran digital. Sekarang, masuk ke pasar tradisional pun kita sudah sering melihat stiker QRIS nempel di lapak pedagang sayur.
Hal sederhana ini sebenarnya adalah revolusi. Dengan pembayaran digital, catatan transaksi pedagang jadi lebih rapi dan transparan. Data transaksi inilah yang nantinya jadi tiket bagi mereka untuk mendapatkan akses modal yang lebih besar.
Fintech bukan cuma soal gaya-gayaan bayar kopi pakai e-wallet, tapi tentang bagaimana uang berputar di level akar rumput secara efektif. Pembangunan ekonomi tidak lagi tersentralisasi di Jakarta atau kota besar saja, tapi mulai merembet ke desa-desa berkat bantuan infrastruktur digital yang makin oke.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Nasib UMKM Kita
Kalau kita bicara soal pemberdayaan ekonomi lokal, kita nggak bisa lepas dari peran UMKM. Masalah klasik UMKM kita dari dulu sampai sekarang cuma satu, yaitu modal.
Fintech hadir memberikan angin segar lewat skema peer-to-peer lending atau crowdfunding yang lebih ramah buat pelaku usaha kecil. Mereka nggak perlu lagi pusing soal jaminan aset tanah atau bangunan yang biasanya diminta bank.
Cukup dengan performa bisnis yang sehat dan tercatat secara digital, modal pun bisa cair. Dampaknya nyata, lapangan kerja di daerah terbuka, dan ekonomi warga sekitar pun ikut terangkat tanpa harus merantau ke kota.
Cyber University: Kampus Pionir untuk Masa Depan Digital
Melihat fenomena fintech yang makin krusial ini, kita sadar kalau Indonesia butuh banyak SDM yang nggak cuma jago pakai aplikasi, tapi juga paham cara membangun sistemnya. Di sinilah Cyber University mengambil peran penting.
Memiliki visi besar untuk menjadi universitas berkualitas dan unggul berbasis Teknologi Informasi di bidang digitalisasi keuangan pada tahun 2048, kampus ini serius banget menggarap potensi anak muda Indonesia.
Sebagai The First Fintech University in Indonesia, Cyber University bukan cuma sekadar kampus IT biasa. Kalau kamu ingin menjadi bagian dari perubahan ekonomi digital inklusif di masa depan, sekarang adalah waktu yang tepat buat bergabung.
Mengapa harus di Cyber University? Karena kampus ini punya lima program studi strategis dengan kurikulum nggak kaleng-kaleng. Fokus pembelajarannya mencakup Fintech dan Digital Micro Bisnis atau UMKM di Indonesia, sebuah kombinasi langka yang sangat dibutuhkan industri saat ini.
Kesimpulan
Dunia keuangan kita sedang berubah drastis. Dari yang dulunya kaku dan eksklusif, kini menjadi lebih luwes dan terbuka buat siapa saja lewat bantuan teknologi. Inklusi ekonomi bukan lagi sekadar jargon pemerintah, tapi sudah jadi realitas yang kita rasakan sehari-hari.
Jadi, buat kamu yang ingin mendalami dunia ini dan jadi ahli di bidang keuangan masa depan, yuk langsung saja daftar jadi mahasiswa baru di Cyber University. Mari kita bangun ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan hebat mulai dari sekarang!

2 hours ago
4












































