SITUBA, Teman Digital Baru Bagi Pasien TBC di Surakarta

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, SURAKARTA -- Berjuang melawan TBC (Tuberculosis) bukan perkara gampang. Rutinitas minum obat, kontrol rutin, sampai rasa capek yang datang silih berganti sering bikin pasien merasa sendirian.

Nah, di tengah kondisi itu, hadir SITUBA yang merupakan Tuberculosis Assistant atau platform digital yang dirancang untuk jadi teman digital baru bagi pasien TBC di Surakarta.

SITUBA adalah website terpadu yang membantu proses pendataan, pemantauan, hingga pendampingan pasien TBC secara lebih terstruktur. Lewat satu sistem, pasien bisa terpantau dari tahap skrining, pengobatan, sampai tindak lanjut, tanpa harus terjebak laporan manual yang ribet.

Website ini dikembangkan dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo, yang terdiri atas Candra Agustina, Sardiarinto, Supriyanta, Eka Rahmawati, dan Wawan Nugroho. SITUBA merupakan output dari hibah Penelitian Dana Yayasan (PDY) yang telah diluncurkan dan digunakan.

Wawan menjelaskan, SITUBA dirancang agar pasien TBC tidak merasa berjalan sendiri. Semua proses, dari deteksi sampai pendampingan, bisa terhubung dalam satu sistem yang saling terintegrasi.

"SITUBA menawarkan manfaat seperti pendampingan pengobatan, pengingat kontrol, serta akses informasi dan edukasi seputar TBC. Semua data pasien terhubung langsung dengan kader, puskesmas, hingga kelurahan sehingga respons bisa dilakukan lebih cepat," jelasnya dalam keterangan pers, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, adanya website ini diharapkan dapat menjawab persoalan klasik dalam penanganan TBC, terutama soal data yang selama ini terpisah-pisah dan koordinasi lintas pihak yang sering terkendala.

Melalui SITUBA, alur pelaporan dari kader TBC, kelurahan, puskesmas, hingga pemerintah daerah dapat terhubung dalam satu sistem real-time.

"Dalam uji coba awal, respons instansi dan masyarakat terbilang positif. Pihak puskesmas dan kelurahan mengapresiasi integrasi data yang mengurangi duplikasi laporan, sementara pasien merasa terbantu dengan adanya pengingat kontrol serta akses informasi yang lebih mudah dipahami," imbuhnya.

Dengan pendekatan digital yang lebih terintegrasi, SITUBA diharapkan bukan sekadar menjadi sistem pelaporan, tetapi benar-benar hadir sebagai teman digital yang menemani pasien TBC dari awal pengobatan hingga proses pemulihan.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif selalu berkontribusi dalam kemajuan dan efektivitas keseharian masyarakat.

Read Entire Article
Food |