Museum Nasional Indonesia (MNI) atau dikenal dengan Museum Gajah di Gambir, Jakarta Pusat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat kebijakan publik Universitas Nasional (Unas) Ansori Baharudin Syah menyoroti kenaikan harga tiket untuk masuk ke Museum Nasional di Jakarta Pusat. Dia menilai, kebijakan menaikan tiket perlu dikaji ulang oleh pengelola.
"Kalau kenaikan harga tiket masuk ke Museum Nasional sampai dua kali lipat, sudah pasti mengherankan. Museum kan punya pendanaan dari APBN, kenapa harus dibebankan lagi biaya masuk yang mahal ke masyarakat dengan alasan peningkatan fasilitas," kata Ansori dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (2/1/2025).
Ansori menyebut, Museum Nasional berada langsung di bawah naungan pemerintah. Seharusnya, koordinasi yang terjalin dapat menciptakan sebuah standarisasi harga tiket terjangkau untuk masyarakat.
Jika memungkinkan, ia meminta, pengelola untuk membatalkan harga tiket baru tersebut. "Setiap keputusan diambil jangan sampai membuat minat edukasi publik menurun," ujar Ansori.
Hal lain yang disorot adalah mahalnya harga tiket masuk ke museum akan berdampak menurunnya minat masyarakat untuk kunjungan edukasi. Ansori menyebut, pengelola justru menciptakan kesan belajar membutuhkan biaya yang mahal.
Menurut dia, dengan kenaikan harga tiket masuk ke Museum Nasional yang mahal padahal didanai APBN menunjukkan pula adanya niat penyalahgunaan kewenangan dari pengelola. "Bila memang ingin menambah pelayanan Museum Nasional kan bisa dianggarkan dari APBN," ucap Ansori.
Dia menyatakan, museum sebagai Badan Layanan Umum (BLU) milik pemerintah tidak boleh menempuh kebijakan seperti perusahaan swasta yang ingin mencari keuntungan agar tetap dapat bertahan. Dalam hal ini, negara telah menyediakan pendanaan untuk menunjang layanan fasilitas museum.
"Oleh sebab itu keputusan kenaikan harga tiket masuk MNI perlu dengan alasan logis," kata Ansori.
sumber : Antara

3 hours ago
2









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344879/original/037827700_1757495713-Kota_Semarang.jpg)





