REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelatih Juventus Luciano Spalletti menilai kegagalan timnya memaksimalkan peluang menjadi faktor utama di balik kekalahan 0-1 dari Cagliari pada laga lanjutan Serie A Liga Italia di Stadion Unipol Domus, Sabtu (17/1/2026) waktu setempat.
Menurut Spalletti, Juventus sejatinya menguasai jalannya pertandingan, namun dominasi tersebut tidak cukup berarti tanpa efektivitas di lini depan. Ia pun mengakui Cagliari tampil lebih klinis dalam memanfaatkan momen yang dimiliki.
“Kami harus menghormati lawan. Mereka melihat peluang dan memanfaatkannya, meski mungkin kemenangan itu tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan,” ujar Spalletti kepada Sky Sport seusai laga.
Gol tunggal Cagliari yang dicetak Luca Mazzitelli pada menit ke-25 menjadi penentu hasil akhir sekaligus mengakhiri catatan enam laga tak terkalahkan Juventus di Serie A. Spalletti menyebut kekalahan tersebut terasa menyakitkan, namun hasil imbang pun menurutnya tidak akan cukup memuaskan.
“Kekalahan selalu menyakitkan, tetapi hasil seri pun tidak akan membuat kami puas. Kami harus belajar menjadi lebih tajam dan lebih menentukan di depan gawang,” kata pelatih asal Italia itu.
Secara statistik, Juventus tampil dominan dengan penguasaan bola sejak awal pertandingan. Namun, rapatnya pertahanan Cagliari membuat peluang-peluang Bianconeri kerap kandas. Peluang terbaik di babak pertama didapat Fabio Miretti, tetapi tendangannya masih mampu ditepis kiper Cagliari Elia Caprile.
Spalletti juga menyoroti performa kiper lawan yang tampil gemilang pada babak kedua. Caprile beberapa kali menggagalkan peluang Juventus, termasuk sepakan keras Kenan Yildiz yang nyaris berbuah gol. Bahkan, satu tembakan Yildiz di menit akhir hanya membentur tiang gawang.
Kekalahan ini membuat Juventus tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan 39 poin, terpaut 10 poin dari Inter Milan di puncak klasemen. Meski demikian, Spalletti menegaskan timnya tidak boleh larut dalam kekecewaan.
“Kami harus segera bangkit karena jadwal ke depan sangat menuntut. Setiap pertandingan kini menjadi ujian mental dan ketajaman,” ujarnya.
Juventus dijadwalkan menghadapi Benfica pada laga Liga Champions di pertengahan pekan, sebelum bertemu juara bertahan Serie A, Napoli, pada akhir pekan mendatang.
sumber : Reuters

2 hours ago
3










































