REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mayoritas masyarakat menilai kondisi ekonomi rumah tangga maupun perekonomian nasional saat ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Temuan itu terekam dalam survei terbaru Adidaya Institute yang dilakukan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga energi dunia.
Hasil survei menunjukkan sebanyak 61,1 persen responden menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga mereka lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, 59,6 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional juga mengalami perbaikan.
Direktur Politik dan Kebijakan Publik Adidaya Institute Ahmad Fadhli mengatakan temuan tersebut menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional masih cukup terjaga.
"Sebanyak 61,1 persen responden percaya kondisi ekonomi rumah tangga lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, sementara 59,6 persen menilai kondisi ekonomi nasional mengalami peningkatan," kata Fadhli dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Meski demikian, survei juga mencatat masyarakat masih memberi perhatian besar terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok dan energi. Sebanyak 63,2 persen responden menyatakan tidak setuju apabila harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Di sektor pangan, mayoritas responden juga menunjukkan optimisme terhadap target swasembada beras yang dicanangkan pemerintah. Sebanyak 68,6 persen responden meyakini target tersebut masih dapat dicapai pada tahun ini.
Menurut Adidaya Institute, pandangan tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar pemerintah mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Survei juga mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Hasilnya, sebanyak 68,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah saat ini.
Sejumlah program prioritas pemerintah turut mendapat respons positif dari masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh dukungan 71,5 persen responden, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mendapat dukungan 75,6 persen responden, sedangkan program Cek Kesehatan Gratis mencatat tingkat dukungan tertinggi mencapai 93,3 persen.
Kendati demikian, responden masih menyoroti aspek tata kelola dalam implementasi sejumlah program tersebut. Pada program MBG misalnya, sebanyak 24,9 persen responden menilai tata kelola menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian dan perbaikan.
Survei Adidaya Institute dilaksanakan pada 1-8 Mei 2026 terhadap 1.240 responden yang tersebar di 38 provinsi. Survei menggunakan metode probability sampling dengan margin of error sebesar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

6 hours ago
6













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)

