REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tiga pekerja proyek pembangunan jaringan perpipaan PDAM di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, tewas pada Kamis (9/7/2026). Insiden tragis ini langsung menyedot perhatian publik setelah salah satu korban teridentifikasi sebagai warga negara (WN) China.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek tersebut dikerjakan oleh China Railway 11th Construction Corporation (CRCC 11), perusahaan konstruksi asal China yang terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Ketiga korban yang meninggal dunia masing-masing berinisial S (45), WN Indonesia, H (47), WN Indonesia, dan L.Z. (33), WN China.
Menurut informasi awal, para pekerja sedang melakukan pengecekan sekaligus pembersihan sumur bor dengan memasuki gorong-gorong proyek ketika insiden terjadi. Rekan kerja yang berada di lokasi kemudian menemukan para korban dan melakukan upaya penyelamatan. Namun saat proses evakuasi berlangsung, ketiganya telah meninggal dunia.
Kapolsek Cipayung Kompol Saut Parulian Tobing membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 10.20 WIB dan seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya ketiga pekerja tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Di tengah proses penyelidikan, perhatian juga tertuju pada penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh China Railway 11th Construction Corporation (CRCC 11). Insiden yang mengakibatkan tiga pekerja meninggal dunia memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, mekanisme pengawasan di lapangan, serta penerapan standar kerja pada aktivitas berisiko tinggi, termasuk pekerjaan di ruang terbatas (confined space).
Selain itu, hingga saat ini belum diketahui apakah peristiwa yang menyebabkan meninggalnya seorang warga negara China tersebut telah diberitahukan kepada Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Indonesia. Mengingat salah satu korban merupakan warga negara China, tanggapan dari Kedutaan Besar China dinilai penting untuk mengetahui apakah pihak kedutaan telah menerima informasi mengenai insiden tersebut dan langkah apa yang akan dilakukan dalam memberikan pendampingan kepada keluarga korban maupun berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Publik juga menantikan penjelasan resmi dari CRCC 11 mengenai penerapan prosedur K3 dalam proyek tersebut, kronologi kejadian, serta langkah evaluasi yang akan dilakukan pasca-insiden guna mencegah terulangnya kecelakaan kerja serupa.
Sampai berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak CRCC 11 maupun Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Indonesia terkait insiden tersebut. Sementara itu, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut.
sumber : Antara

6 hours ago
5































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532552/original/024344100_1773655185-pexels-undo-kim-2153633398-34628051.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528779/original/012654500_1773295183-2148501558.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543643/original/041077600_1775031375-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_14.33.02__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529965/original/052248300_1773387981-Screenshot_2026-03-13_143501.jpg)









