Trump Dilaporkan Bergerilya Lewat Mediator Agar Iran Mau Akhiri Perang

1 hour ago 7

Presiden AS Donald J Trump menyampaikan pidato kenegaraan pada sesi gabungan Kongres di House Chamber of the US Capitol di Washington, DC, AS, 24 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah bergerilya 'di balik pintu diplomasi'. Pejabat politik senior Iran mengungkapkan kepada Al Mayadeen, Senin (9/3/2026), Gedung Putih terus mencoba menjalin komunikasi dengan Teheran melalui berbagai perantara guna mengakhiri perang yang kian tak terkendali.

Alih-alih mendapat sambutan hangat, upaya Trump justru membentur tembok baja. Teheran secara resmi telah menginstruksikan para mediator untuk tidak menerima, apalagi merespons, setiap inisiatif dari Washington. "Trump mengonfrontasi dirinya sendiri melalui pesan yang ia kirimkan kepada kami," ujar pejabat tersebut, menunjuk pada kontradiksi tajam antara janji damai di balik layar dengan pernyataan publik Trump yang bersikeras untuk meneruskan perang.

Bagi Iran, sinyal yang bertolak belakang dari Washington bukan sekadar taktik negosiasi, melainkan cerminan dari "kekacauan dan krisis mendalam" di dalam pemerintahan Trump. Pejabat tersebut menggambarkan posisi Presiden AS  seperti sedang berada di dalam kubangan rawa yang mematikan tanpa jalan keluar yang jelas.

"Trump berada dalam kesulitan besar. Ia terjebak dalam kubangan yang ia buat sendiri," tambah dia. Ketegangan ini semakin diperparah dengan hilangnya kepercayaan Teheran terhadap kredibilitas Washington sebagai mitra dialog, terutama saat serangan udara AS-Israel masih terus menghujani infrastruktur Iran.

Posisi Iran kini telah bergeser dari sekadar pertahanan menjadi tujuan strategis yang absolut. Teheran menegaskan tidak akan merespons inisiatif diplomatik apa pun selama "entitas Zionis" (Israel) belum mundur dan mengalami keruntuhan total sebagai konsekuensi atas kejahatan yang mereka lakukan di kawasan.

Sikap keras ini mengaitkan berakhirnya perang langsung dengan nasib keberadaan Israel di Timur Tengah. "Iran mempertahankan posisi yang teguh dan tegas dengan tujuan strategis: tidak akan merespons inisiatif apa pun sampai entitas Zionis mundur dan runtuh sepenuhnya," tegas pejabat tersebut kepada Al Mayadeen.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |