Tutup Munas BKMM-DMI, Jusuf Kalla Sebut Majelis Taklim Jadi Motor Pemberdayaan Perempuan

1 hour ago 2

Ketua DMI Yusuf Kalla menutup acara Musyawarah Nasional (Munas) IV Badan Koordinasi Majelis Taklim – Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) IV Badan Koordinasi Majelis Taklim Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) resmi ditutup, Ahad (19/4/2026). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian agenda nasional yang mempertemukan para pengurus dan perwakilan majelis taklim dari berbagai daerah guna memperkuat koordinasi serta merumuskan arah program ke depan.

Ketua DMI Yusuf Kalla yang hadir untuk menutup acara berharap organisasi ini dapat memajukan kaum ibu dan seluruh Rakyat Indonesia. Mantan wapres itu mencontohkan Khadijah Istri Nabi yang menjadi pendorong dakwah suaminya.

"Jadi perempuanlah pendukung utama Islam. Majelis Taklim harus bisa berdayakan anggotanya termasuk membuat kerajinan memasak dan lain-lain," ujar Jusuf Kalla.

JK mengatakan dirinya baru kembali dari Jepang dan merasa kagum dengan kehidupan masyarakat di sana. Ia mengatakan akhlak yang baik seperti kebersihan, kejujuran, menghormati orang lebih tua sangat nyata dipraktikkan dalam keseharian masyarakat Jepang.

Ia mencontohkan, di sejumlah supermarket tidak ada penjaga, dan pembeli membayar sendiri dengan penuh kejujuran. Karena itu, JK mengajak semua pihak untuk mulai memperbaiki diri dan menumbuhkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Baru

Selama tiga hari pelaksanaan, sekitar 150 peserta dari berbagai wilayah mengikuti rangkaian sidang hingga akhirnya menetapkan Nora Yose sebagai ketua umum yang baru.

Direktur Penerangan Agama Islam departemen Agama Muchlis M. Hanafi berharap Majelis Taklim yang jumlahnya ada 900 lebih seluruh Indonesia dapat berperan lebih banyak. Bukan hanya dalam bidang keagamaan tapi juga dalam ketahanan pangan, ketahanan energi, bangun solidaritas dan menjaga keharmonisan sosial. Dia mengatakan majelis taklim juga harus bisa membina umat agar bisa memfilter berita-berita hoax.

Read Entire Article
Food |