WNI Diculik Israel, Global Peace Convoy Indonesia Desak Pembebasan Segera

20 hours ago 12

Massa dari berbagai organisasi dan elemen masyarakat menggelar aksi menyerukan pembebasan aktivis kemanusiaan yang di dalamnya terdapat sejumlah jurnalis di antaranya dari Republika yang diculik Zionis Israel dalam missi Global Sumud Flotilla (GSF), di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (19/5/2026). Aksi tersebut menyuarakan agar pemerintah Indonesia segera melakukan tindakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak tujuh dari total sembilan delegasi Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dilaporkan masuk dalam daftar aktivis yang diintersepsi dan ditahan oleh Israel Occupation Forces (IOF) pada Selasa (19/5/2026).

Intersepsi dilakukan terhadap sejumlah kapal kemanusiaan yang tengah berlayar menuju Gaza, di antaranya Kapal Akka (Andros), Beit Hanoun (Zefiro), dan Isdud (Don Juan).

Dua delegasi Indonesia, yakni Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto dari lembaga Dompet Dhuafa yang berada di atas Kapal Zefiro, turut dilaporkan ditangkap dalam insiden tersebut.

Pengarah GPCI, Ahmad Juwaini mengecam keras tindakan penahanan terhadap para delegasi kemanusiaan Indonesia tersebut.

“Kami mengecam keras tindakan penculikan dan penahanan ini karena bertentangan dengan hak asasi manusia dan hukum internasional. Kami berharap para delegasi Indonesia dapat segera dibebaskan dengan selamat. Karena itu, kami memohon kepada Pemerintah Indonesia beserta kementerian dan lembaga terkait untuk membantu proses pembebasan dan pemulangan delegasi Indonesia ke Tanah Air,” kata Ahmad kepada Republika.co.id, Selasa (19/5/2026)

Meski demikian, hingga saat ini masih terdapat lima kapal yang terus melanjutkan pelayaran menuju Gaza, Palestina. Dua delegasi Indonesia yang masih bertahan dalam misi pelayaran tersebut adalah Asad Aras dari lembaga Spirit of Aqsa dan Hendro Prasetyo dari lembaga Smart 171 yang berada di Kapal Kasri Sadabad.

Aktivis Kemanusiaan GPCI, Syamsul Ardiansyah menegaskan bahwa para peserta misi datang membawa misi damai dan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza tanpa unsur kekerasan.

Menurutnya, pelayaran dilakukan di wilayah laut bebas yang berdasarkan hukum laut internasional memiliki hak navigasi dan tidak berada di bawah otoritas eksklusif negara mana pun.

“Israel tidak memiliki hak atau kewenangan untuk menculik atau mengintersepsi para pejuang kemanusiaan. GPCI menjalankan misi kemanusiaan secara damai dan tanpa kekerasan. Tindakan Israel menghadang dan menculik para aktivis sama sekali tidak berdasar,” ujar Syamsul.

Read Entire Article
Food |