Bank Aladin Syariah Raih Laba Rp150,7 Miliar Sepanjang 2025

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Aladin Syariah Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja yang kuat sepanjang 2025. Bank syariah digital tersebut membukukan laba sebesar Rp150,7 miliar atau melonjak 304,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring pertumbuhan aset yang mencapai Rp14,4 triliun.

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (4/6/2026). Selain memaparkan kinerja tahun buku 2025, perseroan juga menjelaskan strategi bisnis 2026 untuk memperkuat posisinya sebagai bank syariah digital.

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadi mengatakan, pertumbuhan kinerja perseroan ditopang penguatan layanan digital, pengembangan produk, serta perluasan ekosistem strategis yang dilakukan secara konsisten.

“Bank Aladin Syariah mencatatkan kinerja yang positif di tahun 2025. Hal ini sejalan dengan pengembangan produk dan layanan, serta penguatan sistem digital yang mendukung kemudahan akses perbankan bagi para nasabah,” ujar Koko dalam paparan publik, Kamis (4/6/2026.

Selain laba yang tumbuh signifikan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp10,4 triliun atau naik 92,18 persen secara tahunan. Sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp5,2 triliun atau meningkat 9,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rasio kecukupan modal (CAR) tetap terjaga kuat di level 49,3 persen. Hingga akhir 2025, jumlah nasabah Bank Aladin Syariah mencapai 3,7 juta pengguna atau tumbuh 12,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam menjalankan strategi pertumbuhan, Bank Aladin Syariah terus memperluas ekosistem layanan syariah melalui strategi offline-to-online (O2O) bersama berbagai mitra strategis. Salah satu kolaborasi utama dilakukan dengan Alfa Group yang memiliki lebih dari 23 ribu jaringan minimarket di seluruh Indonesia.

Selain itu, Bank Aladin Syariah memperluas kerja sama dengan sejumlah mitra strategis seperti Flip, Mekari, Persis Solo, Muhammadiyah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Perseroan juga memperkuat posisinya dalam ekosistem keuangan syariah nasional setelah ditunjuk Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) pada 2025.

Memasuki 2026, Bank Aladin Syariah menjaga momentum pertumbuhan dengan membukukan laba bersih Rp23,3 miliar pada kuartal I 2026. Perseroan menargetkan penguatan kerja sama dengan mitra bisnis potensial untuk membangun ekosistem digital yang lebih luas.

Koko mengatakan, Bank Aladin Syariah akan terus memperkuat perannya sebagai bank syariah digital yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami percaya bahwa perluasan akses layanan keuangan syariah melalui inovasi digital dan kolaborasi ekosistem dapat menjadi bagian penting dalam mendorong inklusi keuangan syariah serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” kata Koko.

Selain memperluas produk dan layanan, perseroan juga akan mengoptimalkan pertumbuhan dana murah (CASA), memperkuat segmen Aladin Premier, memperluas kerja sama pembiayaan dengan mitra strategis, serta meningkatkan infrastruktur teknologi informasi dan kualitas sumber daya manusia.

Dengan strategi tersebut, Bank Aladin Syariah optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah digital yang inovatif sekaligus memperluas akses layanan keuangan syariah bagi masyarakat Indonesia.

Read Entire Article
Food |