REPUBLIKA.CO.ID, GOWA, – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar resmi menghentikan operasi SAR untuk mencari Daeng Patiha (70) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Rabu (10/3). Pencarian yang berlangsung sejak 5 Maret 2026 ini belum membuahkan hasil.
"Hingga hari terakhir korban belum berhasil ditemukan. Setelah evaluasi dan koordinasi bersama keluarga serta pemerintah setempat, operasi SAR secara resmi dihentikan," ungkap Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Rabu.
Penghentian pencarian dilakukan setelah tim SAR gabungan bekerja selama tujuh hari, sesuai dengan aturan yang berlaku. Meskipun menghadapi kendala cuaca yang kurang bersahabat, semangat pencarian tetap terjaga. Tim gabungan telah melakukan berbagai upaya pencarian dengan menyisir aliran sungai menggunakan metode darat dan perahu pada beberapa sektor pencarian.
Strategi Pencarian
Tim SAR gabungan membagi area operasi menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan pencarian. Masing-masing SRU melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Bilareng baik melalui penyelaman maupun penyisiran darat di sisi kiri dan kanan sungai.
SRU 1 melakukan penyelaman di beberapa titik yang dicurigai, sementara SRU 2 melakukan penyisiran berjalan kaki dari lokasi kejadian sejauh 3 kilometer menuju Air Terjun Bantimurung Dua. SRU 3 melanjutkan penyisiran dari Air Terjun Bantimurung sejauh empat kilometer hingga Jembatan Datara, dan SRU 4 menyisir dari Jembatan Datara sejauh tiga kilometer menuju Dusun Bangkeng Tabbing.
Dengan penutupan operasi SAR tersebut, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan termasuk masyarakat yang telah bekerja keras di lapangan dalam kondisi medan sungai yang cukup berat, dengan debit air tinggi, batu besar, serta jeram di sepanjang aliran sungai.
Imbauan kepada Masyarakat
Setelah penghentian operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Unsur SAR yang terlibat dalam operasi antara lain Tim Rescue Kantor SAR Makassar, BPBD Gowa, MRB, FPL Lompobattang, TNI, Polri, SAR Unhas, SAR UNM, serta masyarakat setempat.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai, khususnya pada musim hujan dengan debit air tinggi, agar selalu meningkatkan kewaspadaan guna menghindari potensi kecelakaan di perairan. Bila menemukan tanda-tanda keberadaan korban, dapat langsung menghubungi Basarnas untuk tindakan evakuasi.
Sebelumnya, korban yang merupakan warga Dusun Lemoa diketahui berangkat menuju sawah pada Rabu, 4 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 WITA. Namun hingga siang hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga menemukan barang milik korban di tepi Sungai Bilareng yang kondisinya saat itu mengalami peningkatan debit air setelah hujan deras. Diduga korban terbawa arus sungai.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
2






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)
















