Industri Kreatif Daerah Mulai Menantang Dominasi Jakarta

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan platform video pendek mulai mengubah peta industri kreatif nasional yang selama ini terpusat di kota-kota besar. Pola kerja jarak jauh membuka peluang bagi kreator di berbagai daerah untuk terlibat langsung dalam proyek-proyek komersial berskala nasional tanpa harus berpindah ke ibu kota.

Perubahan tersebut mendorong terjadinya desentralisasi industri kreatif, di mana daerah-daerah di luar Pulau Jawa semakin berperan sebagai pusat produksi konten visual yang memiliki daya saing tinggi. Kondisi ini juga membuka akses ekonomi baru bagi generasi muda di daerah melalui sektor kreatif berbasis digital.

Fenomena tersebut terlihat di sejumlah wilayah Indonesia Timur yang mulai dilirik pelaku industri pemasaran. Kekayaan alam, budaya lokal, dan karakter visual yang berbeda dari kawasan perkotaan menjadi nilai tambah yang semakin dicari berbagai merek dalam menyusun strategi komunikasi mereka.

Kreator konten asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, Riswandi, menilai perkembangan teknologi telah mengurangi hambatan geografis yang sebelumnya membatasi peluang kreator daerah untuk mengakses pasar nasional.

"Awalnya jarak memang menantang, tetapi dengan sistem kerja jarak jauh kolaborasi kini berjalan lebih efisien. Klien skala nasional justru melihat posisi saya di Bulukumba sebagai nilai tambah karena menawarkan sudut pandang yang berbeda," ujarnya.

Menurut dia, kebutuhan industri terhadap konten yang lebih autentik turut menciptakan ruang bagi kreator daerah untuk bersaing. Lanskap alam dan kekayaan budaya lokal dinilai menjadi sumber inspirasi yang memberikan karakter tersendiri pada karya visual yang dihasilkan.

Alih-alih memindahkan aktivitas produksinya ke Jakarta, Riswandi memilih tetap berkarya dari daerah asalnya. Langkah tersebut, kata dia, memungkinkan pemanfaatan potensi lokal secara lebih optimal sekaligus menjaga identitas visual yang menjadi ciri khas karya-karyanya.

Perluasan proyek kreatif ke daerah juga mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Meningkatnya kebutuhan produksi konten mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal, mulai dari asisten produksi hingga editor.

"Sekarang saya sudah melibatkan beberapa pemuda lokal secara langsung dalam proses produksi. Melalui proyek yang masuk, saya berharap mereka juga mendapatkan pengalaman dan standar kerja yang dibutuhkan industri kreatif," katanya.

Secara lebih luas, ekosistem kreator di Sulawesi Selatan juga menunjukkan perkembangan melalui meningkatnya kolaborasi antarpekerja kreatif. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas produksi sekaligus meningkatkan daya saing industri kreatif daerah di tingkat nasional.

Pengamat industri kreatif menilai tren ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital tidak lagi hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Dengan dukungan infrastruktur digital yang semakin merata, daerah berpotensi menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi kreatif nasional, sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda di berbagai wilayah Indonesia.

Read Entire Article
Food |