BRIN: Keberhasilan Pengembangan AI Nasional Diukur dari Kemanfaatan bagi Masyarakat

2 hours ago 4

Ahli BRIN: Keberhasilan pengembangan AI mesti diukur dari kemanfaatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Tenaga ahli bidang kecerdasan artifisial dan transformasi digital Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc., menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan pengembangan kecerdasan artifisial (AI) nasional harus dilihat dari kemanfaatan nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah diskusi di Jakarta Barat, Kamis.

Hammam Riza menyatakan bahwa kesiapan Indonesia dalam menghadapi AI tidak bisa hanya dinilai dari banyaknya publikasi ilmiah atau paper yang dihasilkan. "Ukuran keberhasilan kita di dalam AI ini, are we ready for AI, itu harus dimulai bukan seberapa banyak paper publikasi yang kita hasilkan, tetapi seberapa jauh pengetahuan itu berubah menjadi kemampuan teknologi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan bahwa AI merupakan teknologi baru yang terus berevolusi dengan sangat cepat. Oleh karena itu, tidak ada satu negara pun di dunia yang dapat mengklaim dirinya benar-benar siap sepenuhnya dalam menghadapi disrupsi teknologi ini.

Mendorong Indonesia Jadi Produsen Solusi AI

Lebih lanjut, Hammam mengungkapkan bahwa BRIN saat ini secara aktif mendorong pengembangan teknologi AI agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar atau konsumen. Tujuan utamanya adalah menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil solusi berbasis AI yang memberikan dampak langsung dan positif bagi masyarakat luas.

Dalam upaya pengembangan inovasi AI nasional, ia juga menyoroti pentingnya aspek keamanan. Menurutnya, peningkatan keamanan siber merupakan syarat mutlak yang harus berjalan beriringan agar adopsi teknologi ini tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari.

"Karena semakin banyak AI yang akan kita gunakan, apalagi agentic AI, akan semakin besar pula kebutuhan terhadap privasi, terhadap keamanan, trusted identity, kriptografi, sampai kepada ketahanan keamanan siber," tegas Hammam.

Di tengah pesatnya perkembangan global, Hammam optimistis Indonesia memiliki kapasitas untuk menangkap berbagai peluang yang muncul dari pengembangan AI. Ia meyakini Indonesia mampu berperan secara optimal dan berkontribusi dalam peta industri kecerdasan artifisial global.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |