REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, memperluas penanaman durian di Kecamatan Tolinggula sebagai investasi ekonomi jangka panjang sekaligus bagian dari Gerakan Agro Mopomulo. Wilayah paling barat kabupaten tersebut dinilai memiliki potensi besar menjadi sentra produksi durian.
Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu memimpin penanaman empat varietas bibit durian, termasuk Musang King, di Desa Cempaka Putih, Kecamatan Tolinggula, Kamis (27/8/2026).
Penanaman melibatkan jajaran pemerintah daerah, pemerintah desa, kepala sekolah, hingga murid SD Negeri 10 Cempaka Putih.
“Saya, kepala dinas, kepala desa, kepala sekolah dan para murid Sekolah Dasar Negeri 10 Desa Cempaka Putih ini melakukan penanaman bibit pohon durian. Kami melaksanakan gerakan menanam satu orang 10 pohon atau One Man Ten Tree di wilayah ini,” kata Thariq.
Desa Cempaka Putih merupakan salah satu desa paling ujung di wilayah barat Gorontalo Utara dan berbatasan dengan Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Menurut Thariq, penanaman pohon buah tidak hanya ditujukan untuk penghijauan. Pemerintah daerah ingin tanaman yang ditanam masyarakat kelak menghasilkan nilai ekonomi dan menjadi sumber pendapatan keluarga.
“Hari ini empat jenis bibit pohon durian, di antaranya durian Musang King kami tanam. Bismillah semoga nanti bisa tumbuh subur dan berbuah lebat,” katanya.
Gerakan tersebut merupakan bagian dari Agro Mopomulo yang dijalankan di seluruh kecamatan. Program sebelumnya digerakkan secara masif di Kecamatan Kwandang dengan melibatkan kepala daerah, DPRD, aparatur pemerintah hingga masyarakat.
Program itu kini dikembangkan lebih jauh. Pemkab Gorontalo Utara pada Juli 2026 menyusun peta jalan Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Buah menuju target Gorontalo Utara Produsen Buah 2030 (G-30 PB). Pemerintah menempatkan Agro Mopomulo sebagai salah satu fondasi pembangunan ekonomi berbasis pertanian dan perkebunan.
Pemerintah daerah juga meminta setiap kecamatan memetakan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk gerakan satu juta pohon buah. Dengan skema tersebut, komoditas yang dikembangkan dapat disesuaikan dengan karakter tanah dan potensi ekonomi masing-masing wilayah.
Tolinggula memiliki posisi penting dalam rencana tersebut karena durian bukan komoditas baru bagi masyarakat setempat. Data Sistem Informasi Investasi Gorontalo milik Pemerintah Provinsi Gorontalo mencatat produksi durian Kecamatan Tolinggula pada 2026 mencapai 17.800 kuintal atau sekitar 1.780 ton.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan produksi durian yang tercatat di sejumlah kecamatan lain di Gorontalo Utara. Sumalata, misalnya, tercatat menghasilkan 330 kuintal, Sumalata Timur 100 kuintal, dan Biau 139 kuintal pada periode yang sama.
Basis produksi tersebut menjadi alasan pemerintah mendorong masyarakat memperbanyak pohon durian. Thariq mengatakan durian Tolinggula telah memiliki pasar, bukan hanya untuk konsumen lokal tetapi juga pembeli dari luar daerah.
sumber : Antara

3 hours ago
6








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547403/original/034869900_1775458279-pexels-crysnet-14537683.jpg)




