Gangguan Keamanan Jadi Alasan Pustu Kampung Wapu di Mimika Tidak Beroperasi

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA, – Pemerintah Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengungkapkan bahwa faktor keamanan menjadi penyebab utama tidak beroperasinya Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kampung Wapu. Fasilitas kesehatan tersebut telah bertahun-tahun tidak memberikan pelayanan kepada masyarakat setempat.

Kepala Distrik Jita, Yunus Edoway, menjelaskan bahwa Pustu Kampung Wapu sebenarnya dibangun dengan sangat baik dan pernah memiliki tenaga kesehatan. Namun, kondisi lingkungan yang tidak kondusif memaksa penghentian layanan. "Kondisi masyarakat di sana tidak mendukung, kalau sudah dalam kondisi mabuk mereka mengamuk, melempar bahkan sampai membongkar pustu. Kondisi ini sangat mengganggu keamanan para tenaga kesehatan yang bertugas di sana sehingga pelayanan ditutup," ujarnya di Timika, Jumat.

Yunus memaparkan, wilayah Distrik Jita terbagi dalam dua delta sungai. Delta pertama mencakup Kampung Sempan Timur, Jaitak, Noema, Wenin, dan Kanmaperi yang pelayanan kesehatannya dipusatkan di Puskesmas Jita. Sementara itu, delta kedua meliputi Kampung Wapu, Waituku, Sumapro, Blumen, dan Wacakam.

Untuk memastikan warga Kampung Wapu tetap mendapatkan akses layanan kesehatan, pemerintah distrik telah duduk bersama para kepala kampung di wilayah delta dua. Hasilnya, disepakati bahwa pelayanan kesehatan bagi masyarakat di lima kampung tersebut, termasuk Wapu, akan dipusatkan di Pustu Kampung Waituku.

"Dan masyarakat di lima kampung di delta dua sudah sepakat bahwa ketika sakit maka akan dilayani pengobatan di Pustu Waituku. Sekarang tinggal empat kampung karena di Kampung Wacakam sudah ada pustu dan tenaga kesehatan di sana," jelas Yunus.

Yunus menegaskan bahwa pemerintah selalu hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di Kampung Wapu. Ia menyayangkan jika ada pihak yang menilai pemerintah distrik tidak memperhatikan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. "Kalau ada pernyataan dari anggota DPRK Mimika yang mengatakan kami tidak memperhatikan pelayanan kesehatan masyarakat Kampung Wapu itu tidak tepat. Benar bahwa di Kampung Wapu Pustu tidak aktif, tetapi alasan kenapa pustu tidak aktif karena masalah keamanan," tegasnya.

Upaya Peningkatan Keamanan

Sebagai langkah antisipasi dan untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif, Pemerintah Distrik Jita berencana membangun koordinasi dengan Kepolisian Resor (Polres) Mimika. Tujuannya adalah untuk mendirikan Pos Polisi (Pospol) di Distrik Jita guna mendukung dan menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Saat ini, keberadaan aparat keamanan di Distrik Jita masih terbatas. "Di Jita sekarang hanya ada Koramil dan Satuan Tugas dari TNI. Polsek Jita sendiri belum ada sehingga kami koordinasinya dengan Distrik Agimuga. Kami sangat mengharapkan Polres Mimika bisa membangun Pospol di Distrik Jita," kata Yunus.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Distrik Jita akan segera melayangkan surat resmi kepada Kapolres Mimika. Langkah ini diharapkan dapat merealisasikan penempatan personel kepolisian di wilayah tersebut. "Kami akan surati Kapolres Mimika agar ada penempatan anggota di Distrik Jita. Karena ini sangat penting, sehingga hal-hal yang terkait dengan pembangunan dan pelayanan dapat berjalan optimal," pungkasnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |