
Oleh: Siti Muntamah, Wakil ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Setiap 29 Juni, kita menyambut, memperingati, dan memaknai Hari Keluarga Nasional. Penyambutan ini tidak saja sebagai seremoni tahunan, melainkan sebuah pengingat bahwa keluarga adalah tempat pertama dan ruang utama bagi setiap anak belajar tentang hakikat kehidupan.
Dari keluargalah seorang anak mengenal kasih sayang, kejujuran, sopan santun, tanggung jawab, dan semangat untuk meraih cita-cita.
Di tanah Pasundan, di tanah Sunda, kita dianugerahi warisan budaya yang demikian luhur. Nilai silih asih, silih asah, silih asuh telah lama menjadi pedoman hidup masyarakat Sunda. Nilai-nilai tersebut mengajarkan kita untuk saling menyayangi, saling menguatkan melalui ilmu pengetahuan, dan saling membimbing menuju kehidupan yang lebih baik.
Nilai-nilai itu sejatinya tetap terhubung dan sangat relevan hingga hari ini. Bahkan, di tengah perkembangan teknologi yang semakin melesat, kita justru semakin membutuhkan keluarga yang mampu menjadi sebenar-benar tempat pulang, tempat berbagi cerita, sekaligus tempat menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak.
Kita menyadari, tantangan yang dihadapi keluarga saat ini tidaklah ringan. Anak-anak tumbuh di tengah derasnya arus informasi, penggunaan gawai yang semakin tinggi, pengaruh media sosial, hingga berbagai bentuk penyimpangan yang dapat mengancam tumbuh kembang mereka.
Di sisi lain, kesibukan orang tua dalam memenuhi kebutuhan hidup sering kali mengurangi waktu kebersamaan di rumah. Karena itu, menjaga keluarga tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan materi.
Anak-anak juga membutuhkan perhatian, pendampingan, dan teladan yang baik. Tidak ada teknologi yang mampu menggantikan hangatnya pelukan orang tua, tidak ada media sosial yang dapat menggantikan percakapan penuh kasih di ruang keluarga, dan tidak ada sekolah yang dapat sepenuhnya menggantikan pendidikan karakter yang tumbuh dari rumah.
Pendidikan sejatinya merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah memiliki peran penting, namun keluarga tetap menjadi sekolah pertama dan utama. Ketika orang tua, guru, masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah saling bergandengan tangan, maka akan lahir lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Sebagai masyarakat Jawa Barat, kita memiliki kekuatan besar dalam semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Jangan biarkan anak-anak kita menghadapi tantangan zaman sendirian. Mari kita hidupkan kembali kebiasaan saling mengingatkan, saling menjaga, dan saling peduli di lingkungan sekitar.
Ketika melihat anak yang membutuhkan perhatian, mari kita rangkul. Ketika mengetahui keluarga yang sedang menghadapi kesulitan, mari kita bantu sesuai kemampuan. Kepedulian kecil yang dilakukan bersama akan menjadi kekuatan besar bagi masa depan daerah kita.
Momentum Hari Keluarga Nasional juga mengajak kita kembali meluangkan waktu bersama keluarga.
Duduk bersama tanpa gangguan gawai, mendengarkan cerita anak-anak, makan bersama, beribadah bersama, atau sekadar berbincang hangat setiap hari adalah investasi yang nilainya jauh lebih besar daripada yang sering kita bayangkan.
Masa depan Jawa Barat tidak hanya dibangun melalui jalan, gedung, atau berbagai pembangunan fisik lainnya. Masa depan itu juga dibangun dari ruang-ruang keluarga yang dipenuhi kasih sayang, nilai-nilai luhur, dan semangat untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik.
Mari kita rawat warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur. Mari kita jaga keluarga sebagai tempat tumbuhnya generasi yang berakhlak, cerdas, sehat, dan peduli terhadap sesama. Dengan keluarga yang kuat, kita sedang membangun Jawa Barat yang lebih maju, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Selamat memperingati Hari Keluarga Nasional Tahun 2026."Keluarga yang hangat melahirkan anak yang kuat. Anak yang kuat akan membangun Jawa Barat yang hebat."
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

2 hours ago
3


























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522741/original/006886600_1772775055-8591.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509281/original/071189200_1771674324-pexels-cottonbro-5712686.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524652/original/016596800_1772963486-Foto_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518113/original/047179400_1772464159-WhatsApp_Image_2026-03-02_at_18.43.33.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532552/original/024344100_1773655185-pexels-undo-kim-2153633398-34628051.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527962/original/042466100_1773221151-pexels-pixabay-248509.jpg)

