Idol China Dilarang Nyanyikan Lagu Jepang Imbas Memanasnya Hubungan Diplomatik

4 hours ago 4

Seorang pria mengenakan masker saat berjalan membawa bendera China di Guangzhou, Guangdong, China, Selasa (28/4). Otoritas di Shanghai, China, dilaporkan meminta sejumlah grup idol atau penyanyi underground untuk tidak menyanyikan lagu-lagu Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas di Shanghai, China, dilaporkan meminta sejumlah grup idol atau penyanyi underground untuk tidak menyanyikan lagu-lagu Jepang. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan hubungan Beijing dan Tokyo terkait pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi soal Taiwan.

Menurut sumber industri hiburan, pejabat di sejumlah distrik Shanghai sejak Juli 2026 secara lisan memperingatkan tempat-tempat pertunjukan agar tidak membawakan lagu dengan lirik berbahasa Jepang di atas panggung. Di China, para artis diwajibkan menyerahkan judul lagu dan lirik kepada otoritas untuk ditinjau sebelum pertunjukan. Pada Juli, sejumlah konser yang menampilkan musik Jepang serta lagu tema anime juga dibatalkan setelah penyelenggara gagal memperoleh izin.

Media China mencatat terdapat lebih dari 250 grup musik underground di negara tersebut hingga tahun lalu. Musisi underground di China merupakan sebutan bagi idol amatir yang tampil di venue konser kecil, mengenakan pakaian bergaya Lolita, menyanyikan lagu-lagu Jepang, serta menyapa penonton menggunakan bahasa Jepang.

Seorang anggota grup idol Shanghai mengatakan instruksi dari otoritas tersebut memaksa mereka mengubah materi pertunjukan. Lagu-lagu Jepang yang sebelumnya telah direncanakan diganti dengan lagu berbahasa China, demikian dilansir laman The Mainichi, Senin (24/8/2026).

Sumber industri hiburan menyebutkan bahwa tindakan otoritas setempat tersebut diyakini sejalan dengan sikap pemerintah pusat terhadap Jepang. Diketahui Beijing telah meningkatkan tekanan terhadap Tokyo di berbagai sektor, termasuk pariwisata, perdagangan, pendidikan, dan hiburan, sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan pernyataan di parlemen Jepang pada November 2025.

Read Entire Article
Food |