PPK Ormawa BEM FISIP Undip dan Bank BTN Dorong Pelaku Usaha Desa Lanjan Go Digital

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Mahasiswa (Ormawa) BEM FISIP Universitas Diponegoro Tahun 2026 bersama Bank BTN melaksanakan kegiatan Pengenalan dan Pendampingan QRIS bagi Pelaku Usaha di Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha di Desa Lanjan untuk mulai memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung transaksi dan pengelolaan usaha.

Kegiatan dilaksanakan di TPQ Dusun Susukan, Desa Lanjan yang diikuti oleh masyarakat Desa Lanjan, pelaku usaha, serta Kelompok Usaha Bersama (KUB). Kegiatan turut dihadiri oleh Dosen Pendamping PPK Ormawa BEM FISIP Undip, Damaris Bernike Bellastuti, Tim Task Force Undip, Ir Daud Samsudewa, perwakilan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Kota Semarang, serta Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sumowono.

Sebelum memasuki sesi pemaparan materi, peserta terlebih dahulu mengikuti pre test untuk mengetahui pemahaman awal mengenai digitalisasi keuangan dan penggunaan layanan pembayaran digital. Selanjutnya, materi disampaikan oleh Branch Manager BTN KCP Undip Tembalang, Rizki Devita Hamidayani, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya digitalisasi keuangan bagi pelaku usaha serta pemanfaatan layanan perbankan dalam mendukung pengelolaan usaha.

Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan dengan berbagai layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas usaha, termasuk pengelolaan keuangan secara lebih terstruktur. Materi juga menekankan pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha serta melakukan pencatatan arus kas secara lebih teratur.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah pengenalan dan pendampingan pembuatan QRIS bagi pelaku usaha. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pelaku usaha yang tertarik untuk mengikuti proses pembuatan QRIS. Pendampingan dilakukan agar pelaku usaha dapat memahami penggunaan pembayaran digital dan mulai menerapkannya dalam aktivitas transaksi sehari-hari.

Regional Digital Retail Head Kanwil Jateng DIY, Diah Mariani, menyampaikan bahwa pengembangan digitalisasi dan usaha masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Ke depan, program-program yang sedang dilakukan diharapkan dapat membantu semakin berkembangnya pelaku usaha dan kuliner. Semakin banyak usaha yang tumbuh, termasuk coffee shop yang dapat menjadi tempat kuliner di Sumowono yang begitu indah dan sejuk. Dengan begitu, perekonomian masyarakat dapat terus tumbuh dan berkembang berkat potensi kopi yang dimiliki," katanya.

Branch Manager BTN KCP Undip Tembalang, Rizki Devita Hamidayani, menekankan pentingnya digitalisasi bagi keberlangsungan usaha.

"Digitalisasi menjadi langkah penting agar pelaku usaha dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan zaman,” ujar Rizki.

Antusiasme terlihat dari para pelaku usaha yang mengikuti pendampingan. Komah, salah satu peserta sekaligus pelaku usaha Desa Lanjan, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat secara langsung dalam mendukung pengembangan usahanya.

“Saya sangat terbantu sebagai pelaku usaha dengan adanya pendampingan pembuatan QRIS ini. Semoga dengan pembayaran yang lebih baik, usaha saya bisa semakin lancar," ujar Komah.

Melalui kegiatan ini, Tim PPK Ormawa BEM FISIP Undip bersama Bank BTN berupaya mendorong pelaku usaha Desa Lanjan agar semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi digital. Pendampingan ini diharapkan tidak berhenti pada pengenalan QRIS, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan pengelolaan usaha yang lebih adaptif dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Read Entire Article
Food |