IWL Jadi Titik Awal Baru, Pelatih dan Pemain Sambut Liga Sepak Bola Putri Oktober 2026

2 hours ago 4

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (tengah) dalam peluncuran Liga Putri 2026 di Kantor I.League, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bergulirnya Indonesia Women’s League (IWL) atau Liga Sepak Bola Putri pada Oktober 2026 disambut optimistis oleh pelatih dan pemain sepak bola putri. Kompetisi tersebut dinilai menjadi titik awal baru bagi lahirnya ruang karier profesional sekaligus memperluas talent pool sepak bola putri di Indonesia.

IWL dijadwalkan memulai kick-off pada 17 Oktober 2026 dengan format pertandingan terpusat di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.

Sebagai langkah awal, kompetisi ini diikuti enam klub dari wilayah Jabodetabek. Keenam klub tersebut yakni Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garuda Yaksa.

Pelatih sekaligus manajer Persikad Depok, Diego Tobing, menilai kehadiran IWL menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola putri nasional. Kompetisi perdana ini, menurut dia, dapat menjadi tolok ukur untuk melihat kelayakan sekaligus perkembangan para pemain putri potensial.

“Dengan IWL, sudah pasti lebih menantang karena kompetisi pertama ini akan menjadi tolok ukur baru bagi kelayakan pemain-pemain putri potensial di masa depan,” ujar Diego di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Diego juga menilai model drafting yang memadukan pemain tim nasional dan non-tim nasional dalam satu klub merupakan langkah positif. Skema tersebut diyakini dapat memperkuat persaingan sehat sekaligus memperluas ruang belajar bagi pemain-pemain muda.

Pemain berusia 17 hingga 18 tahun, kata dia, akan memperoleh pengalaman berharga dengan menjalani kompetisi dan bersaing bersama pemain yang lebih senior. Dengan alokasi enam pemain tim nasional di setiap klub, proses pembelajaran antara pemain berpengalaman dan pemain muda diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.

Menurut Diego, kehadiran pemain tim nasional di setiap klub juga dapat membantu menciptakan atmosfer kompetisi yang lebih kompetitif. Pemain muda tidak hanya mendapatkan kesempatan bermain, tetapi juga dapat belajar mengenai standar permainan dari pemain yang sudah memiliki pengalaman di level internasional.

Optimisme serupa disampaikan pemain Dewa United, Safira Ika Putri. Ia memandang IWL sebagai wadah profesional bagi pesepak bola putri untuk membangun karier di dalam negeri. Kehadiran kompetisi secara rutin juga dinilai dapat membantu pemain meningkatkan kualitas permainan dan kemampuan teknis.

“Senang sekarang ada wadah yang lebih profesional untuk berkarier di sepak bola di dalam negeri, sehingga kami bisa berkembang dari sisi permainan dan skill,” kata Safira.

Read Entire Article
Food |