Mahasiswa ITS Rancang Sanitary On The Go untuk Akses Sanitasi di Ruang Publik

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA --  Ketersediaan produk sanitasi perempuan di ruang publik masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain akses yang terbatas, proses pembelian kurang mendukung aspek privasi penggunanya. Menjawab tantangan ini, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan Sanitary On The Go (SOTG), mesin penjual pembalut otomatis berbasis sistem cerdas.

Salah satu anggota tim pengembang SOTG Muhammad Fikri Kusumadinata menilai akses terhadap produk sanitasi di ruang publik belum didukung sistem yang cepat dan mudah dijangkau. Melihat kondisi tersebut, ia menggagas inovasi yang memadukan teknologi otomasi dengan layanan digital. “Melalui SOTG, kami menghadirkan sistem yang mempermudah pembelian produk sanitasi tanpa mengabaikan privasi,” tutur Fikri, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Fikri menguraikan bahwa SOTG dirancang sebagai mesin penjual pembalut otomatis yang mengintegrasikan Internet of Things (IoT). Sistem ini memungkinkan pengguna membeli pembalut melalui layar sentuh, kemudian melakukan pembayaran menggunakan metode non-tunai. “Prosesnya dibuat sederhana agar pengguna dapat memperoleh produk dengan cepat,” urai mahasiswa Departemen Teknik Elektro Otomasi (DTEO), Fakultas Vokasi ITS ini.

Secara teknis, lanjut Fikri, sistem dibangun menggunakan arsitektur yang menghubungkan antarmuka pengguna, server lokal, layanan Cloud, serta perangkat keras fisik. Fikri menjelaskan bahwa seluruh lapisan bekerja secara terhubung. Hal ini memungkinkan data transaksi, stok, hingga kondisi mesin dapat dipantau secara bersamaan dalam jarak jauh.

Berdasarkan hasil pengujian, sistem menunjukkan performa yang relatif stabil pada proses pendistribusian produk. Waktu pengeluaran produk tercatat berlangsung dalam rentang beberapa detik dengan tingkat konsistensi yang baik. “Selain itu, komunikasi data antarsubsistem juga menunjukkan latensi yang rendah,” ungkapnya.

Fikri menilai, potensi penerapan inovasi yang dikembangkan bersama lima rekannya ini cukup luas khususnya pada lingkungan pendidikan, fasilitas umum, hingga kawasan perkantoran. Kehadiran mesin tersebut dapat membantu menyediakan akses produk sanitasi pembalut secara lebih mudah. “Terutama pada lokasi yang memiliki mobilitas tinggi," ujarnya.

Ke depan, Fikri berharap pengembangan SOTG dapat terus dilakukan agar memiliki fitur yang lebih adaptif dan siap diterapkan secara luas. Inovasi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. 

Read Entire Article
Food |