Kala Trump Mulai Frustrasi: Iran tak Mempan Digertak, Opsi Operasi Militer dari Pentagon Terbatas

8 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump dikabarkan mulai frustrasi atas "terbatasnya kemampuan militer" untuk menyerang Iran. Hal itu diungkap oleh laporan CBS News pada Selasa dilansir Times of Israel, mengutip beberapa sumber yang mengetahui hal ini. 

Menurut laporan CBS News, para penasihat Trump mengatakan bahwa saat ini tidak mungkin untuk melancarkan sebuah serangan terbatas namun efektif terhadap Iran saat ini, dan ada sebuah risiko eskalasi menjadi konflik yang lebih luas. Washington Post dalam laporannya bahkan membocorkan saran Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine kepada presiden dan pejabat tinggi lainnya bahwa tindakan militer terhadap Iran dapat membawa risiko besar dan menyeret AS ke dalam konflik berkepanjangan di kawasan tersebut

Trump segera membantah laporan Washington Post itu dengan menyebutnya sebagai "berita palsu".  

“Banyak cerita dari media berita palsu yang beredar menyatakan bahwa Jenderal Daniel Caine, yang kadang disebut Razin, menentang kita untuk pergi berperang dengan Iran. Cerita tersebut tidak menyebutkan sumber yang memiliki pengetahuan yang begitu besar itu, dan itu 100 persen tidak benar,” tulis Trump di platform Truth Social.

Trump menegaskan bahwa keputusan apa pun terkait tindakan militer pada akhirnya berada di tangannya.

“Saya yang membuat keputusan, saya lebih memilih ada kesepakatan daripada tidak, tetapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara itu dan, sangat disayangkan, bagi rakyatnya, karena mereka hebat dan luar biasa, dan hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi pada mereka,” ucap Trump.

Trump belakangan mempertimbangkan sebuah serangan terbatas terhadap Iran untuk menekan Teheran agar membuat kesepakatan dalam perundingan nuklir. Jika Iran masih tetap kekeuh menolak kesepakatan, AS kemudian akan melancarkan serangan lanjutan dengan tujuan pergantian rezim.

Namun, alih-alih gentar atas tekanan Washington yang terus mengirim armada perang ke kawasan Telur Persia, Iran balik mengingatkan AS bahwa serangan dengan skala apapun akan memicu respons keras dari militernya. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bahkan telah menegaskan bahwa, jika perang pecah, itu artinya perang kali ini adalah perang bersifat regional.

Menurut laporan Guardian pada Selasa, Trump akan membuat keputusan terkait jadi tidaknya menyerang Iran berdasarkan asesmen dari dua negiosiatornya, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Berdasarkan laporan CBS News, mengutip seorang sumber, Witkoff dan Kushner akan memberikan taklimat kepada Trump atas hasil perundingan yang dijadwalkan digelar di Jenewa, Swiss pada Kamis (26/2/2026) ini.

sumber : Antara, Anadolu, Sputnik/RIA Novosti

Read Entire Article
Food |