REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Orang tua perlu memperhatikan kecukupan zat besi pada anak karena kekurangan zat besi dapat memicu anemia defisiensi besi yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak.
Dokter Spesialis Anak, dr. Ria Yoanita, Sp.A, MARS, MM, CIMI, CBS, AIFO-K, mengatakan kecukupan zat besi berkaitan dengan berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari aktivitas hingga kemampuan belajar. “Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak. Kecukupan zat besi sangat memengaruhi aktivitas, kemampuan belajar, dan perkembangan anak sesuai usianya,” ujar Ria dalam kegiatan edukasi nutrisi yang digelar di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Menurut dia, pemenuhan zat besi perlu dilakukan melalui pola makan yang seimbang. Orang tua dapat memberikan sumber zat besi dari berbagai makanan, seperti daging merah, ikan, telur, dan sayuran hijau.
Selain mengandalkan makanan, Ria mengatakan orang tua dapat mempertimbangkan susu yang telah difortifikasi dengan zat besi dan memiliki kombinasi nutrisi yang mendukung penyerapan, seperti vitamin C, sesuai kebutuhan anak.
Ia juga mengingatkan orang tua agar lebih cermat ketika memilih produk pangan kemasan dengan membaca label nutrisi. Langkah tersebut penting untuk memastikan produk yang diberikan kepada anak memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Peringatan mengenai kecukupan zat besi tersebut disampaikan dalam rangkaian edukasi nutrisi dan aktivitas keluarga yang digelar PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) bersama Raja Susu di 17 titik wilayah Jabodetabek. Salah satu kegiatan berlangsung di Raja Susu Flagship Store PIK pada Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut mencakup edukasi nutrisi bersama pakar kesehatan, permainan edukatif untuk ibu dan anak, serta sesi minum susu bersama secara serentak di 17 lokasi. Rangkaian kegiatan itu sekaligus menandai 72 tahun perjalanan Sarihusada dalam mendampingi keluarga Indonesia.
General Secretary Director Danone Indonesia, Agung Laksamana, mengatakan perjalanan perusahaan selama lebih dari tujuh dekade menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan gizi masyarakat yang terus berkembang. “Sejak didirikan pada 1954, tujuan kami tetap sama: meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. Selama lebih dari tujuh dekade, kami telah membantu menutrisi lebih dari 75 juta anak,” ujar Agung.
Ia menilai peran orang tua, khususnya ibu, penting dalam menentukan pemenuhan nutrisi anak di tingkat keluarga. Menurut dia, keputusan mengenai makanan dan nutrisi yang dibuat setiap hari turut berkontribusi terhadap tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Sales Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Rizki Imam Ardhi, mengatakan pemenuhan kebutuhan nutrisi anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurut dia, edukasi kepada orang tua perlu berjalan beriringan dengan ketersediaan akses terhadap produk dan informasi nutrisi.
“Memberikan nutrisi terbaik bagi anak Indonesia bukan hanya tentang menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga memastikan rangkaian nutrisi lengkap sejak lahir hingga usia sekolah, dengan formulasi yang dirancang sesuai kebutuhan anak, mudah diakses oleh orang tua, hingga edukasi terhadap nutrisi,” kata Rizki.

8 hours ago
10







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547403/original/034869900_1775458279-pexels-crysnet-14537683.jpg)





