Ucapkan Selamat Muktamar NU, Buya Anwar Abbas Kutip Pesan Ayatollah untuk PBNU dan Muhammadiyah

8 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Buya Anwar Abbas berharap, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dibuka di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis(27/8/2026) berjalan lancar. Sebagai salah seorang ketua di jajaran PP Muhammadiyah, Buya Anwar berharap muktamar tersebut bisa melahirkan program kerja yang bisa membuat NU semakin maju.

"Harapan saya semoga Muktamar bisa berjalan dengan baik dan lancar, di samping itu uktamar juga diharapkan akan dapat melahirkan program-program kerja yang akan bisa membuat NU dan umat Islam serta bangsa dan negara kita akan semakin lebih baik dan lebih maju lagi," kata Buya Anwar kepada Republika, Kamis (27/8/2026)

Untuk itu, Buya Anwar berharap muktamar dapat memilih pimpinan NU untuk masa lima tahun ke depan yang akan dapat melaksanakan amanat tersebut dengan baik. Kepada pimpinan PBNU terpilih, Buya Anwar berharap agar mereka dapat lebih memperkuat lagi persatuan dan kesatuan di kalangan umat yang telah terbangun selama ini, yang sudah menjadi harapan umat Islam dunia.

Buya Anwar menceritakan, dia punya pengalaman menarik ketika ikut delegasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkunjung ke Iran tahun 2008. Dalam pertemuan dengan orang kedua dalam hirarki kepemimpinan di Iran waktu itu, Sang Ayatollah berkata kepada delegasi dari Indonesia bahwa umat Islam akan kembali memimpin dunia, tetapi umat Islam yang akan kembali memimpin dunia tersebut kata sang Ayatollah bukanlah umat Islam dari Timur Tengah, bukan umat islam dari Turki dan bukan umat Islam dari Iran tetapi umat Islam dari Indonesia. Untuk itu, ujar Buya Anwar, Ayatollah menitip satu pesan agar ukhuwah Islamiyah antara NU dan Muhammadiyah dijaga.

"Hal itu tentu saja membuat saya terkejut karena hal itu beliau sampaikan dalam nada yang serius. Berarti sang Ayatollah sudah mengerti dan tahu betul peta umat Islam Indonesia," ujar Buya Anwar.

Menurut dia, pesan ini menjadi lebih bermakna karena tahu bahwa persatuan dan kesatuan itu memang sangat penting bagi suatu umat atau bangsa. Karena itu, dia akan menjadi pondasi utama bagi terjaganya keutuhan dan terciptanya kedamaian, serta tercapainya tujuan bersama.

Untuk itu, dia berharap pimpinan NU ke depan akan dapat menumbuh kembangkan rasa persatuan dan kesatuan serta sikap saling harga menghargai, tolong-menolong, dan adanya rasa empati antar sesama elemen umat dan warga bangsa.

"Di sinilah saya melihat relevannya kita mengingat dan  mengangkat hal-hal baik yang telah dilakukan oleh para tokoh dari kedua organisasi untuk kita jadikan suri tuladan dalam mengharungi kehidupan kita kedepan seperti yang dilakukan KH Hasyim Muzadi yang sering wara-wiri di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah," ujarnya.

Read Entire Article
Food |