REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kerja sama pengembangan industri semikonduktor antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) senilai Rp81,98 triliun mendapat dukungan dari DPR RI. Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB, Kaisar Abu Hanifah, menilai kolaborasi ini penting untuk memperkuat struktur industri nasional dan memperluas peran Indonesia dalam rantai pasok global.
“Menurut saya ini sangat strategis. Kita dukung kerja sama ini untuk mendorong kemandirian industri dan meningkatkan peran Indonesia dalam rantai pasok semikonduktor global,” ujar Kaisar, Ahad (1/3/2026).
Indonesia dan Amerika Serikat sebelumnya menandatangani Joint Development Agreement tahap pertama senilai 4,89 miliar dolar AS atau sekitar Rp81,98 triliun. Penandatanganan tersebut disaksikan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja di Washington D.C., 18 Februari 2026.
Kaisar mengatakan, nilai investasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendanaan, tetapi juga peluang transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. “Dengan investasi sebesar Rp81 triliun, kita bukan hanya mendapat dukungan finansial, tetapi juga akses teknologi untuk memperkuat inovasi dan daya saing di pasar internasional,” katanya.
Semikonduktor merupakan komponen penting dalam berbagai produk teknologi, mulai dari ponsel, komputer, kendaraan listrik hingga alat pertahanan. Selama ini industri tersebut didominasi sejumlah negara besar, sehingga keterlibatan Indonesia dinilai membuka peluang masuk ke dalam rantai produksi global.
Kaisar menambahkan, Indonesia memiliki potensi bahan baku strategis seperti timah, nikel, dan bauksit yang dapat menopang pengembangan industri semikonduktor. Jika dikelola optimal, sektor ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat industri hilir di dalam negeri.
Kerja sama tersebut juga disebut berpeluang berkembang hingga 26,7 miliar dolar AS pada tahap lanjutan. Pemerintah diharapkan memastikan manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja dan penguatan industri nasional.
Di tengah persaingan global dan dinamika geopolitik yang memengaruhi rantai pasok dunia, penguatan industri strategis seperti semikonduktor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia.

4 hours ago
1



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)












