Kewajiban Menjaga Pandangan saat Keluar Rumah untuk Mencari Rezeki

3 days ago 15

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Syekh Ibnu Athaillah As Sakandari dalam kitab At Tanwir mengingatkan umat Islam untuk menundukkan pandangan. Dia mengingatkan tentang sikap ini yang diwajibkan oleh Allah.

"Wahai orang yang beriman, wajib bagimu untuk menundukkan pandangan ketika keluar rumah dan menjemput rezekimu sampai dengan kembali," tulis Syekh Ibnu Athaillah.

Allah berfirman dalam surat An Nur ayat 30:

قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْۗ

qul lil-mu'minîna yaghudldlû min abshârihim wa yaḫfadhû furûjahum, dzâlika azkâ lahum

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Demikian itu lebih suci bagi mereka.

Hendaknya seorang yang beriman tahu bahwa penghilatan merupakan niomat dan karunia yang diberikan Allah kepadanya. Maka, jangan sampai dia mengingkari nikmat tersebut dan jangan sampai berkhianat (mempergunakan untuk keburukan).

Ingatlah firman Allah dalam surat Al Mumin ayat 19:

يَعْلَمُ خَآئِنَةَ ٱلْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِى ٱلصُّدُورُ

Ya'lamu khā`inatal-a'yuni wa mā tukhfiṣ-ṣudụr

Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.

Dan firman Allah dalam surat Al Alaq ayat 14:

اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ

a lam ya‘lam bi'annallâha yarâ

Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?

Syekh Ibnu Athaillah menjelaskan, jika manusia ingin melihat, maka ingatlah bahwa Allah Maha Melihat (perbuatan kita). Hendaknya seorang yang beriman mengetahui bahwa ketika dia menundukkan pandangan mata, maka Allah SWT membukakan mata batinnya sebagai balasan yang dijanjikan.

Siapa menyempitkan jangkauan pandangan matanya (Maksudnya membatasi diri dari melihat perkara haram atau yang tidak patut untuk dilihat dan diamati), Allah akan meluaskan jangkauan pandangannya sampai ke alam gaib (Maksudnya mata batin terbuka sehingga mampu melihat perkara gaib atas kehendak Allah karena tabit hati telah disingkapkan).

Sebagian ulama berkata, "Tidaklah seseorang menundukkan pandangannya dari perkara-perkara yang diharamkan Allah kecuali Dia akan memancarkan cahaya di dalam hatinya dan dia akan merasakan kenikmatan cahaya itu.

Read Entire Article
Food |