Korban Gempa Flores Bertambah, Bantuan Harus Jangkau Wilayah Terisolasi

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jumlah korban gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah hingga hari ketujuh pascagempa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 83 orang meninggal dunia, 986 orang luka-luka, dan 110.785 warga masih mengungsi hingga Jumat (21/8/2026).

Anggota Komisi VIII DPR RI Matindas J Rumambi meminta pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, terutama di wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur dan sulit dijangkau.

“Kami menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh masyarakat NTT yang terdampak. Dalam situasi seperti ini, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” kata dia dalam keterangannya dikutip pada Sabtu (22/8/2026).

Matindas meminta pemerintah daerah segera mengidentifikasi wilayah yang terisolasi akibat kerusakan akses transportasi maupun gangguan komunikasi. Menurut dia, kondisi tersebut perlu segera ditangani agar distribusi bantuan dapat berjalan.

Kebutuhan yang harus dipastikan mencakup air bersih, pangan, layanan kesehatan, tempat pengungsian, sanitasi, dan dukungan psikososial. Perhatian juga perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.

“Pemerintah harus memastikan distribusi bantuan tidak terkonsentrasi hanya di wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga menjangkau masyarakat di daerah terpencil dan wilayah yang aksesnya terputus,” kata legislator Fraksi PDIP itu.

Sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan korban meninggal dunia mencapai 83 orang hingga Jumat (21/8/2026) pukul 16.00 WIB. Jumlah tersebut bertambah delapan orang dari data sebelumnya.

“Dengan rincian bahwa yang meninggal adalah akibat dampak tidak langsung dari gempa di mana ada di di Kabupaten Manggarai ada dua, Kabupaten Manggarai Timur ada dua, Kabupaten Nagekeo ada tiga, dan Kabupaten Ngada ada satu,” kata dia saat konferensi pers secara daring, Jumat sore.

Jumlah korban luka juga bertambah 79 orang menjadi 986 orang. Sementara jumlah pengungsi bertambah 18.050 orang sehingga total warga yang masih mengungsi mencapai 110.785 jiwa.

Hingga tujuh hari setelah gempa utama, BMKG mencatat 4.258 kali gempa susulan. Sebanyak 118 gempa susulan dirasakan masyarakat, dengan gempa susulan terbesar berkekuatan M 6,2.

Read Entire Article
Food |