REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT-- Di tengah menjamurnya kafe dan rumah makan bernuansa modern di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, hadir sebuah rumah makan menyajikan konsep unik dan sederhana. Namanya Warung Lodeh yang menawarkan sensasi kuliner tak biasa bagi pengunjung yang datang.
Warung Lodeh berada di tepi Jalan Raya Lembang dengan menyajikan menu utama tiga varian sayur lodeh. Pertama lodeh campur, lalu lodeh tahu dengan rasa sedikit manis, serta jagoannya yakni lodeh kecombrang. Menu itu cocok dinikmati di kawasan wisata Lembang yang sedang dingin-dinginnya.
"Jadi kita ingin menyuguhkan masakan rumahan dengan citarasa khas Warung Lodeh. Enggak cuma lodeh biasa, tapi kita punya lodeh kecombrang yang jadi andalan," kata pengelola Warung Lodeh, Intania Setiati saat ditemui, Sabtu (17/1/2026).
Ada juga pilihan menu lain untuk melengkapi sayur lodeh sebagai menu utamanya. Mulai dari ayam kukus yang juga jadi menu andalan Warung Lodeh, ada semur jengkol, cumi, ikan asin, hingga usus dan ampela.
Uniknya lagi, pengunjung bisa makan sayur lodeh sepuasnya dengan harga Rp 19 ribu saja. Jika masih kurang, pengunjung diperbolehkan menambah sayur lodeh sepuasnya tanpa batas. Hal itu karena filosofi sederhana Rumah Lodeh yakni makanan adalah hak semua orang. Karena itulah, diusung konsep refill tanpa batas untuk menu sayur lodeh.
Warung Lodeh tidak hanya menawarkan kebebasan menambah porsi sayur lodehnya, tapi juga memiliki rasa yang otentik. Dengan kuah santan yang gurih, aneka sayuran seperti terong, kacang panjang, labu siam, dan jagung muda, setiap suapan membawa rasa nostalgia akan masakan rumahan.
"Saya ingin orang datang ke sini merasa kenyang dan bahagia, tanpa khawatir soal porsi atau harga. Cuma Rp 19 ribu, silakan ambil sepuasnya. Cuma untuk menu lainnya tentu ada harga tersendiri," ujar Intania.
Tak cuma makanan berat saja. Di Warung Lodeh juga tersedia beragam camilan seperti bala-bala serta pisang goreng dengan ukuran jumbo dan topping yang tak pelit. Berbagai aneka jenis minuman hangat dan dingin pun tersedia di rumah makan ini. Semuanya tentu demi memanjakan lidah dan kesegaran pengunjung.
"Nah itu cocok dipadukan dengan minuman tradisional juga seperti wedang ronde, wedang uwuh, bandrek dan bajigur," ucap Intania.
Warung Lodeng di Lembang mengusung nuansa joglo, bangunan khas khas Jawa Tengah yang menentramkan hati dengan alunan musik tradisionalnya. Sementara warung lodeh yang ada di Kota Cimahi dan Kota Bandung memilih bangunan bernuansa heritage. Menurut Intan, hal itu sebagai langkah mengenalkan budaya Indonesia lewat cara berbeda.
"Kita juga ingin mengenalkan budaya di tanah air, jadi ada yang nuansanya sunda, heritage, dan di Lembang ini Jawa Tengah," ujar Intania.

1 hour ago
2








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354971/original/077459600_1758269954-The_Station_of_Prabumulih.jpg)
