REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports yang digelar di Bali Beach Convention Center, The Meru Hotel, Bali memasuki hari kedua pada Senin (4/5/2026). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir, membuka sesi Ministerial Forum dengan mengapresiasi kehadiran para menteri atau pejabat terkait yang membidangi kepemudaan dan olahraga di negara-negara sahabat kawasan Asia Tenggara.
Kedatangan mereka merupakan bukti kmitmen setiap negara untuk memperkuat kerja sama regional dalam hal pengembangan potensi kepemudaan dan olahraga.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI di bawah pimpinan Erick menjadi inisiator dari pertemuan ini. Kemenpora RI melihat tanggung jawab besar para pemimpin untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks, serta membawa olahraga kawasan ini menjadi lebih terpandang di mata dunia.
Menurut Erick, generasi muda saat ini menghadapi dinamika yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Arus informasi yang tak terbatas serta perkembangan teknologi yang pesat, jika tidak dimanfaatkan dengan baik, berpotensi membuka ruang bagi pengaruh negatif.
Di sisi lain, tantangan ekonomi dan keterbatasan lapangan pekerjaan turut menjadi perhatian. Apalagi sekarang muncul fenomena meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap isu kesehatan mental, kesetaraan kesempatan, dan perubahan iklim.
Pertemuan ini juga diharapkan mampu memperkuat peran olahraga, bukan sekadar sebagai ajang prestasi, melainkan sebagai sarana membentuk karakter pemuda yang tangguh dan patriotik. Selain itu, sektor olahraga dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sport industry dan sport tourism.
Untuk itu, Menpora Erick mengusulkan agar SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports dapat diselenggarakan secara rutin setiap dua tahun. Sistem tuan rumah dilakukan secara bergilir di antara negara-negara Asia Tenggara. Isu-isu strategis yang dibahas pun mencakup berbagai prioritas, seperti kesehatan mental, peluang kerja, kewirausahaan, peningkatan literasi digital, hingga pemberdayaan pemuda.
“Saat ini olahraga telah berkembang menjadi industri yang mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan olahraga, sport tourism dan sport industry. Sehingga kesempatan untuk mengelola olahraga pun terbuka lebar, lebih dari sekadar permainan di atas lapangan. Saya yakin melalui pertemuan ini, kita dapat memperkuat kerja sama kita dan memberikan manfaat serta dampak berarti bagi para pemuda dan sektor olahraga di regional kita,” ujar Erick.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari para delegasi negara peserta. Semangat kolaborasi yang terbangun dalam forum ini mendorong kesepakatan untuk menjadikannya sebagai agenda rutin kawasan. Filipina pun menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah pertemuan berikutnya, sekaligus membuka ruang dialog lanjutan terkait transformasi SEA Games.

5 hours ago
3

















































