PAM Jaya Buka Kolaborasi dengan Bin Zayed International, Perluas Akses Air Bersih Jakarta

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Upaya menghadirkan layanan air bersih di Jakarta semakin dipercepat melalui penjajakan kemitraan strategis antara PAM Jaya dan Bin Zayed International. Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin menyatakan kerja sama ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam menjawab tantangan penyediaan air bersih di ibu kota.

“Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur jelas, pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air minum 100 persen di Jakarta," ujar Arief di Kuala Lumpur, Malaysia, dikutip dari siaran pers Pemprov DKI, Selasa (28/4).

PAM Jaya menjajaki kemitraan dengan Bin Zayed International lantaran dikenal memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang. Bin Zayed International merupakan perusahaan global dengan portofolio di berbagai sektor mulai dari properti, energi, konstruksi, teknologi informasi, hingga pengembangan infrastruktur.

Potensi Kerja Sama Pengembangan SPAM

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan non-disclosure agreement (NDA) antara Bin Zayed International dan PAM Jaya. Kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk membuka pertukaran data, kajian teknis, serta pembahasan lebih rinci terkait potensi kerja sama pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jakarta.

“Penandatanganan NDA ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama berjalan profesional, akuntabel, dan berbasis kajian matang,” ucap Arief.

Ia menegaskan, PAM Jaya akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta memprioritaskan kepentingan warga Jakarta.

Kunjungan PAM Jaya ke Malaysia merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bin Zayed International sebelumnya ke Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Dalam pertemuan tersebut, dibahas potensi kerja sama strategis, khususnya dalam pengembangan infrastruktur dasar dan layanan perkotaan di Jakarta.

Menurut Arief, tantangan PAM Jaya tidak hanya pada perluasan cakupan layanan, tetapi juga pada upaya menekan tingkat non-revenue water (NRW). Menurutnya, tantangan tersebut semakin kompleks karena Jakarta merupakan kota padat dengan karakter infrastruktur bawah tanah yang dinamis.

“Tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, serta kebutuhan layanan yang terus meningkat. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bin Zayed International, penting untuk membuka peluang dukungan teknologi, investasi, dan pengalaman internasional yang relevan bagi Jakarta,” kata dia.

Selain pengembangan SPAM, Bin Zayed International juga menyatakan minat terhadap pembangunan infrastruktur strategis Jakarta, termasuk potensi keterlibatan dalam proyek Giant Sea Wall. Ketertarikan ini sejalan dengan upaya transformasi Jakarta sebagai kota global yang membutuhkan infrastruktur besar, tangguh, dan berkelanjutan.

PAM Jaya sebelumnya juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak dari negara lain seperti Turki dan Swiss, untuk menjajaki peluang kerja sama, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi terkini guna mendukung peningkatan operasional dan kualitas layanan air bersih di Jakarta.

Read Entire Article
Food |